Rabu, 24 November 2010

Sistem Keamanan Komputer

Pokok masalah keamanan sistem salah satunya disebabkan karena sistem time sharing dan akses jarak jauh, apalagi dengan meningkatnya perkembangan jaringan komputer.

Keamanan sistem komputer adalah untuk menjamin sumber daya sistem tidak digunakan / dimodifikasi, diinterupsi dan diganggu oleh orang yang tidak diotorisasi. Pengamanan termasuk masalah teknis, manajerial,

legalitas dan politis.

3 macam keamanan sistem, yaitu :

1. Keamanan eksternal / external security

Berkaitan dengan pengamanan fasilitas komputer dari penyusup dan bencana seperti kebakaran /kebanjiran.

2. Keamanan interface pemakai / user interface security

Berkaitan dengan indentifikasi pemakai sebelum pemakai diijinkan mengakses program dan data yang

disimpan

3. Keamanan internal / internal security

Berkaitan dengan pengamanan beragam kendali yang dibangun pada perangkat keras dan sistem operasi yang menjamin operasi yang handal dan tak terkorupsi untuk menjaga integritas program dan data.

2 masalah penting keamanan, yaitu :

1. Kehilangan data / data loss

Yang disebabkan karena :

· Bencana, contohnya kebakaran, banjir, gempa bumi, perang, kerusuhan, tikus, dll.

· Kesalahan perangkat keras dan perangkat lunak, contohnya ketidak berfungsinya pemroses, disk / tape.

yang tidak terbaca, kesalahan komunikasi, kesalahan program / bugs.

· Kesalahan / kelalaian manusia, contohnya kesalahan pemasukkan data, memasang tape / disk yang salah, kehilangan disk / tape.

2. Penyusup / intruder

· Penyusup pasif, yaitu yang membaca data yang tidak terotorisasi

· Penyusup aktif, yaitu mengubah data yang tidak terotorisasi.

Contohnya penyadapan oleh orang dalam, usaha hacker dalam mencari uang, spionase militer / bisnis, lirikan pada saat pengetikan password.

Sasaran keamanan adalah menghindari, mencegah dan mengatasi ancaman terhadap sistem.

3 aspek kebutuhan keamanan sistem komputer, yaitu :

1. Kerahasiaan / secrecy, diantaranya privasi

Keterjaminan bahwa informasi di sistem komputer hanya dapat diakses oleh pihak-pihak yang terotorisasi

dan modifikasi tetap menjaga konsistensi dan keutuhan data di sistem

2. Integritas / integrity

Keterjaminan bahwa sumber daya sistem komputer hanya dapat dimodifikasi oleh pihak-pihak yang

terotorisasi

3. Ketersediaan / availability

Keterjaminan bahwa sumber daya sistem komputer tersedia bagi pihak-pihak yang diotorisasi saat diperlukan.

Tipe ancaman terhadap keamanan sistem komputer dapat dimodelkan dengan memandang fungsi sistem

komputeer sebagai penyedia informasi.

Berdasarkan fungsi ini, ancaman terhadap sistem komputeer dikategorikan menjadi 4 ancaman, yaitu :

1. Interupsi / interuption

Sumber daya sistem komputer dihancurkan / menjadi tak tersedia / tak berguna. Merupakan ancaman

terhadap ketersediaan. Contohnya penghancuran harddisk, pemotongan kabel komunikasi.

2. Intersepsi / interception

Pihak tak diotorisasi dapat mengakses sumber daya. Merupakan ancaman terhadap kerahasiaan. Pihak tak

diotorissasi dapat berupa orang / program komputeer. Contohnya penyadapan, mengcopy file tanpa

diotorisasi.

3. Modifikasi / modification

Pihak tak diotorisasi tidak hanya mengakses tapi juga merusak sumber daya. Merupakan ancaman

terhadap integritas. Contohnya mengubah nilai file, mengubah program, memodifikasi pesan

4. Fabrikasi / fabrication

Pihak tak diotorisasi menyisipkan / memasukkan objek-objek palsu ke sistem. Merupakan ancaman terhadap integritas. Contohnya memasukkan pesan palsu ke jaringan, menambah record file.

Petunjuk prinsip-prinsip pengamanan sistem komputer, yaitu :

1. Rancangan sistem seharusnya publik

Tidak tergantung pada kerahasiaan rancangan mekanisme pengamanan. Membuat proteksi yang bagus

dengan mengasumsikan penyusup mengetahui cara kerja sistem pengamanan.

2. Dapat diterima

Mekanisme harus mudah diterima, sehingga dapat digunakan secara benar dan mekanisme proteksi tidak

mengganggu kerja pemakai dan pemenuhan kebutuhan otorisasi pengaksesan.

3. Pemeriksaan otoritas saat itu

Banyak sisten memeriksa ijin ketika file dibuka dan setelah itu (opersi lainnya) tidak diperiksa.

4. Kewenangan serendah mungkin

Program / pemakai sistem harusnya beroperasi dengan kumpulan wewenang serendah mungkin yang

diperlukan untuk menyelesaikan tugasnya.

5. Mekanisme yang ekonomis

Mekanisme proteksi seharusnya sekecil dan sesederhana mungkin dan seragam sehingga mudah untukverifikasi.

Otentifikasi pemakai / user authentification adalah identifikasi pemakai ketika login.

3 cara otentifikasi :

1. Sesuatu yang diketahui pemakai, misalnya password, kombinasi kunci, nama kecil ibu mertua, dll

Untuk password, pemakai memilih suatu kata kode, mengingatnya dan menggetikkannya saat akan mengakses sistem komputer, saat diketikkan tidak akan terlihat dilaya kecuali misalnya tanda *. Tetapi banyak kelemahan dan mudah ditembus karena pemakai cenderung memilih password yang mudah diingat,

misalnya nama kecil, nama panggilan, tanggal lahir, dll.

Upaya pengamanan proteksi password :

a. Salting, menambahkan string pendek ke string password yang diberikan pemakai sehingga mencapai

panjang password tertentu

b. one time password, pemakai harus mengganti password secara teratur, misalnya pemakai mendapat 1

buku daftar password. Setiap kali login pemakai menggunakan password berikutnya yang terdapat pada

daftar password.

c. satu daftar panjang pertanyan dan jawaban, sehingga pada saat login, komputer memilih salah satu dari

pertanyaan secara acak, menanyakan ke pemakai dan memeriksa jawaban yang diberikan.

d. tantangan tanggapan / chalenge respone, pemakai diberikan kebebasan memilih suatu algoritma

misalnya x3, ketika login komputer menuliskan di layar angka 3, maka pemakai harus mengetik angka 27.

2. Sesuatu yang dimiliki pemakai, misalnya bagde, kartu identitas, kunci, barcode KTM, ATM.

Kartu pengenal dengan selarik pita magnetik. Kartu ini disisipkan de suatu perangkat pembaca kartu

magnetik jika akan mengakses komputer, biasanya dikombinasikan dengan password.

3. Sesuatu mengenai / merupakan ciri pemakai yang di sebut biometrik, misalnya sidik jari, sidik suara, foto, tanda tangan, dll. Pada tanda tangan, bukan membandingkan bentuk tanda tangannya (karena mudah ditiru) tapi gerakan /

arah dan tekanan pena saat menulis (sulit ditiru).

Untuk memperkecil peluang penembusan keamanan sistem komputer harus diberikan pembatasan,

misalnya :

1. Pembatasan login, misalnya pada terminal tertentu, pada waktu dan hari tertentu.

2. Pembatasan dengan call back, yaitu login dapat dilakukan oleh siapapun, bila telah sukses, sistemmemutuskan koneksi dan memanggil nomor telepon yang disepakati. Penyusup tidak dapat menghibungu

lewat sembarang saluran telepon, tapi hanya pada saluran tetepon tertentu.

3. Pembatasan jumlah usaha login, misalnya dibatasi sampai 3 kali, dan segera dikunci dan diberitahukan keadministrator.

Objek yang perlu diproteksi :

1. Objek perangkat keras, misalnya pemroses, segment memori, terminal, diskdrive, printer, dll

2. Objek perangkat lunak, misalnya proses, file, basis data, semaphore, dll

Masalah proteksi adalah mengenai cara mencegah proses mengakses objek yang tidak diotorisasi. Sehingga

dikembangkan konsep domain. Domain adalah himpunan pasangan (objek,hak). Tiap pasangan

menspesifikasikan objek dan suatu subset operasi yang dapat dilakukan terhadapnya. Hak dalam konteks ini

berarti ijin melakukan suatu operasi.

Cara penyimpanan informasi anggota domain beerupa satu matrik besar, dimana :

· baris menunjukkan domain

· kolom menunjukkan objek

Pendahuluan Kriptografi

Kriptografi, secara umum adalah ilmu dan seni untuk menjaga kerahasiaan berita [bruceSchneier - Applied Cryptography]. Kata cryptography berasal dari kata Yunani kryptos (tersembunyi) dan graphein (menulis). Selain pengertian tersebut terdapat pula pengertian ilmu yang mempelajari teknik-teknik matematika yang berhubungan dengan aspek keamanan informasi seperti kerahasiaan data, keabsahan data, integritas data, serta autentikasi data [A.Menezes, P. van Oorschot and S. Vanstone - Handbook of Applied Cryptography]. Cryptanalysis adalah aksi untuk memecahkan mekanisme kriptografi dengan cara mendapatkan plaintext atau kunci dari ciphertext yang digunakan untuk mendapatkan informasi berhargakemudian mengubah atau memalsukan pesan dengan tujuan untuk menipu penerima yang

sesungguhnya, memecahkan ciphertext. Cryptology adalah ilmu yang mencakup cryptography dan cryptanalysis. Tidak semua aspek keamanan informasi ditangani oleh kriptografi.

Tujuan mendasar dari ilmu kriptografi ini yang juga merupakan aspek keamanan

informasi yaitu :

* Kerahasiaan, adalah layanan yang digunakan untuk menjaga isi dari informasi dari siapapun kecuali yang memiliki otoritas atau kunci rahasia untuk membuka/mengupas informasi yang telah disandi. Integritas data, adalah berhubungan dengan penjagaan dari perubahan data secara tidak sah. Untuk menjaga integritas data, sistem harus memiliki kemampuan untuk mendeteksi manipulasi data oleh pihak-pihak yang tidak berhak, antara lain penyisipan, penghapusan, dan pensubsitusian data lain kedalam data yang sebenarnya.

* Autentikasi, adalah berhubungan dengan identifikasi/pengenalan, baik secara kesatuan sistem maupun informasi itu sendiri. Dua pihak yang saling berkomunikasi harus saling memperkenalkan diri. Informasi yang dikirimkan melalui kanal harus diautentikasi keaslian, isi datanya, waktu pengiriman, dan lain-lain.

* Non-repudiasi., atau nir penyangkalan adalah usaha untuk mencegah terjadinya

penyangkalan terhadap pengiriman/terciptanya suatu informasi oleh yang

mengirimkan/membuat. Enkripsi adalah transformasi data kedalam bentuk yang tidak dapat terbaca tanpa sebuah kunci tertentu. Tujuannya adalah untuk meyakinkan privasi dengan menyembunyikan informasi dari orang-orang yang tidak ditujukan, bahkan mereka mereka yang memiliki akses ke data terenkripsi. Dekripsi merupakan kebalikan dari enkripsi, yaitu transformasi data terenkripsi kembali ke bentuknya semula.

Keamanan Dan Manajemen Perusahaan

Seringkali sulit untuk membujuk manajemen perusahaan atau pemilik sistem informasi

untuk melakukan investasi di bidang keamanan. Di tahun 1997 majalah Information Week melakukan survey terhadap 1271 system atau network manager di Amerika Serikat. Hanya 22% yang menganggap keamanan sistem informasi sebagai komponen sangat penting (“extremely important”). Mereka lebih mementingkan “reducing cost” dan “improving competitiveness” meskipun perbaikan sistem informasi setelah dirusak justru dapat menelan biaya yang lebih banyak. Keamanan itu tidak dapat muncul demikian saja. Dia harus direncanakan. Ambil contoh berikut. Jika kita membangun sebuah rumah, maka pintu rumah kita harus dilengkapi dengan kunci pintu. Jika kita terlupa memasukkan kunci pintu pada budget perencanaan rumah, maka kita akan dikagetkan bahwa ternyata harus keluar dana untuk menjaga keamanan. Kalau rumah kita hanya memiliki satu atau dua pintu, mungkin dampak dari budget tidak seberapa. Bayangkan bila kita mendesain sebuah hotel dengan 200 kamar dan lupa membudgetkan kunci pintu. Dampaknya sangat besar. Demikian pula di sisi pengamanan sebuah sistem informasi. Jika tidak kita budgetkan di awal, kita akan dikagetkan dengan kebutuhan akan adanya perangkat pengamanan (firewall, Intrusion Detection System, anti virus, Dissaster Recovery Center, dan seterusnya). Meskipun sering terlihat sebagai besaran yang tidak dapat langsung diukur dengan uang (intangible), keamanan sebuah sistem informasi sebetulnya dapat diukur dengan besaran yang dapat diukur dengan uang (tangible). Dengan adanya ukuran yang terlihat, mudah-mudahan pihak manajemen dapat mengerti pentingnya investasi di bidang keamanan.

Berikut ini adalah berapa contoh kegiatan yang dapat kita lakukan :
*Hitung kerugian apabila sistem informasi kita tidak bekerja selama 1 jam, selama 1

hari, 1 minggu, dan 1 bulan. (Sebagai perbandingkan, bayangkan jika server

Amazon.com tidak dapat diakses selama beberapa hari. Setiap harinya dia dapat

menderita kerugian beberapa juta dolar.)

* Hitung kerugian apabila ada kesalahan informasi (data) pada sistem informasi anda.

Misalnya web site anda mengumumkan harga sebuah barang yang berbeda dengan

harga yang ada di toko kita.

*Hitung kerugian apabila ada data yang hilang.

Misalnya berapa kerugian yang diderita apabila daftar pelanggan dan invoice hilang dari sistem kita. Berapa biaya yang dibutuhkan untuk rekonstruksi data.

*Apakah nama baik perusahaan kita merupakan sebuah hal yang harus dilindungi?

Bayangkan bila sebuah bank terkenal dengan rentannya pengamanan data-datanya,

bolak-balik terjadi security incidents. Tentunya banyak nasabah yang pindah ke bank

lain karena takut akan keamanan uangnya. Pengelolaan terhadap keamanan dapat dilihat dari sisi pengelolaan resiko (risk management). Lawrie Brown dalam menyarankan menggunakan “Risk Management Model” untuk menghadapi ancaman (managing threats). Ada tiga komponen yang memberikan kontribusi kepada Risk, yaitu Asset, Vulnerabilities, dan Threats.

Nama Komponen Contoh & Keterangan Lebih Lanjut

Asset (Aset)

*Hardware

* Software

* Dokumentasi

* Data

* Komunikasi

* Lingkungan

* Manusia

Threats (Ancaman)

* Pemakai (Users)

*Teroris
* Kecelakaan (Accidents)

* Crackers

* Penjahat Kriminal

* Nasib (Acts Of God)

* Intel Luar Negeri (Foreign Intelligence)

Vulnerability (Kelemahan)

* Software Bugs

* Hardware Bugs

* Radiasi (dari layar, transmisi)

* Tapping, Crosstalk

* Unauthorized Users

* Cetakan, Hardcopy

* Keteledoran (Oversight)

* Cracker via telepon

* Strorage media

Untuk menanggulangi resiko (Risk) tersebut dilakukan apa yang disebut “countermeasures”

yang dapat berupa :

* Usaha untuk mengurangi Threat

* Usaha untuk mengurangi Vulnerability

* Usaha untuk mengurangi impak (impact)

* Mendeteksi kejadian yang tidak bersahabat (hostile event)

* Kembali (recover) dari kejadian

MeningkatnyaMeningkatnya Kejahatan Komputer

Jumlah kejahatan komputer (computer crime), terutama yang berhubungan dengan sistem

informasi, akan terus meningkat dikarenakan beberapa hal, antara lain :

* Aplikasi bisnis yang menggunakan (berbasis) teknologi informasi dan jaringan

komputer semakin meningkat.

Sebagai contoh saat ini mulai bermunculan aplikasibisnis seperti on-line banking, electronic commerce (e-commerce), Electronic Data Interchange (EDI), dan masih banyak lainnya. Bahkan aplikasi e-commerce akan menjadi salah satu aplikasi pemacu di Indonesia (melalui “Telematika Indonesia” dan Nusantara 21). Demikian pula di berbagai penjuru dunia aplikasi ecommerce terlihat mulai meningkat.

* Desentralisasi (dan distributed) server menyebabkan lebih banyak sistem yang harus

ditangani.

Hal ini membutuhkan lebih banyak operator dan administrator yang handal yang juga kemungkinan harus disebar di seluruh lokasi. Padahal mencari operator dan administrator yang handal adalah sangat sulit, apalagi jika harus disebar di berbagai tempat. Akibat dari hal ini adalah biasanya server-server di daerah (bukan pusat) tidak dikelola dengan baik sehingga lebih rentan terhadap serangan. Seorang cracker akan menyerang server di daerah lebih dahulu sebelum mencoba menyerang server pusat. Setelah itu dia akan menyusup melalui jalur belakang. (Biasanya dari daerah / cabang ke pusat ada routing dan tidak dibatasi dengan firewall.)

* Transisi dari single vendor ke multi-vendor

Sehingga lebih banyak sistem atau perangkat yang harus dimengerti dan masalah interoperability antar vendor yang lebih sulit ditangani. Untuk memahami satu jenis perangkat dari satu vendor saja sudah susah, apalagi harus menangani berjenis-jenis perangkat. Bayangkan, untuk router saja sudah ada berbagai vendor; Cisco, Juniper Networks, Nortel, Linux-based router, BSDbased router, dan lain-lain. Belum lagi jenis sistem operasi (operating system) dari server, seperti Solaris (dengan berbagai versinya), Windows (NT, 2000, 2003), Linux (dengan berbagai distribusi), BSD (dengan berbagai variasinya mulai dari FreeBSD, OpenBSD, NetBSD). Jadi sebaiknya tidak menggunakan variasi yang terlalu banyak.

* Meningkatnya kemampuan pemakai di bidang komputer

Sehingga mulai banyak pemakai yang mencoba-coba bermain atau membongkar sistem yang digunakanny (atau sistem milik orang lain). Jika dahulu akses ke komputer sangat sukar, maka sekarang komputer sudah merupakan barang yang mudah diperoleh dan banyak dipasang di sekolah serta rumah-rumah.

* Mudahnya diperoleh software untuk menyerang komputer dan jaringan komputer.

Banyak tempat di Internet yang menyediakan software yang langsung dapat diambil

(download) dan langsung digunakan untuk menyerang dengan Graphical User Interface (GUI) yang mudah digunakan. Beberapa program, seperti SATAN, bahkan hanya membutuhkan sebuah web browser untuk menjalankannya. Sehingga, seseorang yang hanya dapat menggunakan web browser dapat menjalankan program penyerang (attack). Penyerang yang hanya bisa menjalankan program tanpa mengerti apa maksudnya disebut dengan istilah script kiddie.

* Kesulitan dari penegak hukum untuk mengejar kemajuan dunia komputer dan

telekomunikasi yang sangat cepat.

Hukum yang berbasis ruang dan waktu akan mengalami kesulitan untuk mengatasi masalah yang justru terjadi pada sebuah system yang tidak memiliki ruang dan waktu. Barang bukti digital juga masih sulit diakui oleh pengadilan Indonesia sehingga menyulitkan dalam pengadilan. Akibatnya pelaku kejahatan cyber hanya dihukum secara ringan sehingga ada kecenderungan mereka melakukan hal itu kembali.

* Semakin kompleksnya sistem yang digunakan,

Seperti semakin besarnya program (source code) yang digunakan sehingga semakin besar probabilitas terjadinya lubang keamanan (yang disebabkan kesalahan pemrograman, bugs).

Klasifikasi Kejahatan Komputer

Kejahatan komputer dapat digolongkan kepada yang sangat berbahaya sampai ke yang hanya mengesalkan (annoying). Menurut David Icove berdasarkan lubang keamanan, dapat diklasifikasikan menjadi empat, yaitu :

1. Keamanan yang bersifat fisik (physical security)

Termasuk akses orang ke gedung, peralatan, dan media yang digunakan. Beberapa

bekas penjahat komputer (crackers) mengatakan bahwa mereka sering pergi ke tempat

sampah untuk mencari berkas-berkas yang mungkin memiliki informasi tentang

keamanan. Misalnya pernah diketemukan coretan password atau manual yang dibuang

tanpa dihancurkan. Wiretapping atau hal-hal yang berhubungan dengan akses ke kabel atau computer yang digunakan juga dapat dimasukkan ke dalam kelas ini. Pencurian komputer dan notebook juga merupakan kejahatan yang besifat fisik. Menurut statistik, 15% perusahaan di Amerika pernah kehilangan notebook. Padahal biasanya notebook ini

tidak dibackup (sehingga data-datanya hilang), dan juga seringkali digunakan untuk

menyimpan data-data yang seharusnya sifatnya confidential (misalnya pertukaran

email antar direktur yang menggunakan notebook tersebut).

Denial of service, yaitu akibat yang ditimbulkan sehingga servis tidak dapat

diterima oleh pemakai juga dapat dimasukkan ke dalam kelas ini. Denial of service

dapat dilakukan misalnya dengan mematikan peralatan atau membanjiri saluran

komunikasi dengan pesan-pesan (yang dapat berisi apa saja karena yang diutamakan

adalah banyaknya jumlah pesan). Beberapa waktu yang lalu ada lubang keamanan dari

implementasi protokol TCP/IP yang dikenal dengan istilah Syn Flood Attack, dimana

sistem (host) yang dituju dibanjiri oleh permintaan sehingga dia menjadi terlalu sibuk

dan bahkan dapat berakibat macetnya sistem (hang).

Mematikan jalur listrik sehingga sistem menjadi tidak berfungsi juga merupakan

serangan fisik. Masalah keamanan fisik ini mulai menarik perhatikan ketika gedung

World Trade Center yang dianggap sangat aman dihantam oleh pesawat terbang yang

dibajak oleh teroris. Akibatnya banyak sistem yang tidak bisa hidup kembali karena

tidak diamankan. Belum lagi hilangnya nyawa.

2. Keamanan yang berhubungan dengan orang (personel)

Termasuk identifikasi, dan profil resiko dari orang yang mempunyai akses

(pekerja). Seringkali kelemahan keamanan sistem informasi bergantung kepada

manusia (pemakai dan pengelola). Ada sebuah teknik yang dikenal dengan istilah

“social engineering” yang sering digunakan oleh kriminal untuk berpura-pura sebagai

orang yang berhak mengakses informasi. Misalnya kriminal ini berpura-pura sebagai

pemakai yang lupa passwordnya dan minta agar diganti menjadi kata lain.

3. Keamanan dari data dan media serta teknik komunikasi (communications).

Yang termasuk di dalam kelas ini adalah kelemahan dalam software yang

digunakan untuk mengelola data. Seorang kriminal dapat memasang virus atau trojan

horse sehingga dapat mengumpulkan informasi (seperti password) yang semestinya

tidak berhak diakses. Bagian ini yang akan banyak kita bahas dalam buku ini.

4. Keamanan dalam operasi

Termasuk kebijakan (policy) dan prosedur yang digunakan untuk mengatur dan

mengelola sistem keamanan, dan juga termasuk prosedur setelah serangan (post attack

recovery). Seringkali perusahaan tidak memiliki dokumen kebijakan dan prosedur.

Aspek / Service Dari Keamanan (Security)

Garfinkel mengemukakan bahwa keamanan komputer (computer security) melingkupi empat

aspek, yaitu privacy, integrity, authentication, dan availability.

1. Privacy / Confidentiality

Inti utama aspek privacy atau confidentiality adalah usaha untuk menjaga

informasi dari orang yang tidak berhak mengakses. Privacy lebih kearah data-data yang

sifatnya privat sedangkan confidentiality biasanya berhubungan dengan data yang

diberikan ke pihak lain untuk keperluan tertentu (misalnya sebagai bagian dari

pendaftaran sebuah servis) dan hanya diperbolehkan untuk keperluan tertentu tersebut.

Contoh hal yang berhubungan dengan privacy adalah e-mail seorang pemakai (user)

tidak boleh dibaca oleh administrator.

Contoh confidential information adalah data-data yang sifatnya pribadi (seperti

nama, tempat tanggal lahir, social security number, agama, status perkawinan, penyakit

yang pernah diderita, nomor kartu kredit, dan sebagainya) merupakan data-data yang

ingin diproteksi penggunaan dan penyebarannya. Contoh lain dari confidentiality

adalah daftar pelanggan dari sebuah Internet Service Provider (ISP). Untuk

mendapatkan kartu kredit, biasanya ditanyakan data-data pribadi. Jika saya mengetahui

data-data pribadi anda, termasuk nama ibu anda, maka saya dapat melaporkan melalui

telepon (dengan berpura-pura sebagai anda) bahwa kartu kredit anda hilang dan mohon

penggunaannya diblokir. Institusi (bank) yang mengeluarkan kartu kredit anda akan

percaya bahwa saya adalah anda dan akan menutup kartu kredit anda.

Masih banyak lagi kekacauan yang dapat ditimbulkan bila data-data pribadi ini

digunakan oleh orang yang tidak berhak. Ada sebuah kasus dimana karyawan sebuah

perusahaan dipecat dengan tidak hormat dari perusahaan yang bersangkutan karena

kedapatan mengambil data-data gaji karyawan di perusahaan yang bersangkutan. Di

perusahaan ini, daftar gaji termasuk informasi yang bersifat confidential /rahasia.

2. Integrity

Aspek ini menekankan bahwa informasi tidak boleh diubah tanpa seijin pemilik

informasi. Adanya virus, trojan horse, atau pemakai lain yang mengubah informasi

tanpa ijin merupakan contoh masalah yang harus dihadapi. Sebuah e-mail dapat saja

“ditangkap” (intercept) di tengah jalan, diubah isinya (altered, tampered, modified),

kemudian diteruskan ke alamat yang dituju. Dengan kata lain, integritas dari informasi

sudah tidak terjaga. Penggunaan enkripsi dan digital signature, misalnya, dapat

mengatasi masalah ini.

Salah satu contoh kasus trojan horse adalah distribusi paket program TCP

Wrapper (yaitu program populer yang dapat digunakan untuk mengatur dan membatasi

akses TCP/IP) yang dimodifikasi oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Jika anda

memasang program yang berisi trojan horse tersebut, maka ketika anda merakit

(compile) program tersebut, dia akan mengirimkan eMail kepada orang tertentu yang

kemudian memperbolehkan dia masuk ke sistem anda. Informasi ini berasal dari CERT

Advisory, “CA-99-01 Trojan-TCP-Wrappers” yang didistribusikan 21 Januari 1999.

Contoh serangan lain adalah yang disebut “man in the middle attack” dimana

seseorang menempatkan diri di tengah pembicaraan dan menyamar sebagai orang lain.

3. Authentication

Aspek ini berhubungan dengan metoda untuk menyatakan bahwa informasi betulbetul

asli, orang yang mengakses atau memberikan informasi adalah betul-betul orang

yang dimaksud, atau server yang kita hubungi adalah betul-betul server yang asli.

Masalah pertama, membuktikan keaslian dokumen, dapat dilakukan dengan

teknologi watermarking dan digital signature. Watermarking juga dapat digunakan

untuk menjaga “intelectual property”, yaitu dengan menandai dokumen atau hasil

karya dengan “tanda tangan” pembuat.

Masalah kedua biasanya berhubungan dengan access control, yaitu berkaitan

dengan pembatasan orang yang dapat mengakses informasi. Dalam hal ini pengguna

harus menunjukkan bukti bahwa memang dia adalah pengguna yang sah, misalnya

dengan menggunakan password, biometric (ciri-ciri khas orang), dan sejenisnya. Ada

tiga hal yang dapat ditanyakan kepada orang untuk menguji siapa dia :

• What you have (misalnya kartu ATM)

• What you know (misalnya PIN atau password)

• What you are (misalnya sidik jari, biometric)

Penggunaan teknologi smart card, saat ini kelihatannya dapat meningkatkan

keamanan aspek ini. Secara umum, proteksi authentication dapat menggunakan digital

certificates. Authentication biasanya diarahkan kepada orang (pengguna), namun tidak

pernah ditujukan kepada server atau mesin. Pernahkan kita bertanya bahwa mesin

ATM yang sedang kita gunakan memang benar-benar milik bank yang bersangkutan?

Bagaimana jika ada orang nakal yang membuat mesin seperti ATM sebuah bank dan

meletakkannya di tempat umum? Dia dapat menyadap data-data (informasi yang ada di

magnetic strip) dan PIN dari orang yang tertipu. Memang membuat mesin ATM palsu

tidak mudah. Tapi, bisa anda bayangkan betapa mudahnya membuat web site palsu

yang menyamar sebagai web site sebuah bank yang memberikan layanan Internet

Banking. (Ini yang terjadi dengan kasus klikBCA.com.)

4. Availability

Aspek availability atau ketersediaan berhubungan dengan ketersediaan informasi

ketika dibutuhkan. Sistem informasi yang diserang atau dijebol dapat menghambat atau

meniadakan akses ke informasi. Contoh hambatan adalah serangan yang sering disebut

dengan “denial of service attack” (DoS attack), dimana server dikirimi permintaan

(biasanya palsu) yang bertubitubi atau permintaan yang diluar perkiraan sehingga tidak

dapat melayani permintaan lain atau bahkan sampai down, hang, crash. Contoh lain

adalah adanya mailbomb, dimana seorang pemakai dikirimi e-mail bertubi-tubi

(katakan ribuan e-mail) dengan ukuran yang besar sehingga sang pemakai tidak dapat

membuka e-mailnya atau kesulitan mengakses e-mailnya (apalagi jika akses dilakukan

melalui saluran telepon).

Pentingnya Akses Kontrol

Bagi para profesional keamanan sistem/teknologi informasi, perhatian harus diberikan

pada kebutuhan akses kontrol dan metode-metode implementasinya untuk menjamin bahwa sistem memenuhi availability (ketersediaan), confidentiality (kerahasiaan), dan integrity (integritas). Dalam komputer jaringan, juga diperlukan pemahaman terhadap penggunaan akses kontrol pada arsitektur terdistribusi dan terpusat. Melakukan kontrol akses pada sistem informasi dan jaringan yang terkait juga merupakan hal penting untuk menjaga confidentiality, integrity, dan availability. Confidentiality atau kerahasiaan memastikan bahwa informasi tidak terbuka ke individu, program atau proses yang tidak berhak. Beberapa informasi mungkin lebih sensitive dibandingkan informasi lainnya dan memerlukan level kerahasiaan yang lebih tinggi. Mekanisme kontrol perlu ditempatkan untuk mendata siapa yang dapat mengakses data dan apa yang orang dapat lakukan terhadapnya saat pertama kali diakses. Aktivitas tersebut harus dikontrol, diaudit, dan dimonitor. Beberapa tipe informasi yang dipertimbangkan sebagai informasi rahasia adalah misalnya catatan kesehatan, informasi laporan keuangan, catatan kriminal, kode sumber program, perdagangan rahasia, dan rencana taktis militer. Sedangkan beberapa mekanisme yang memebrikan kemampuan kerahasiaan sebagai contoh yaitu enkripsi, kontrol akses fisikal dan logikal, protokol transmisi, tampilan database, dan alur trafik yang terkontrol. Bagi suatu institusi (skala besar, menengah maupun kecil), adalah merupakan hal penting untuk mengidentifikasi data dan kebutuhan-kebutuhan yang terklasifikasi sehingga dapat dipastikan bahwa suatu peringkat prioritas akan melindungi data dan informasi serta terjaga kerahasiaannya. Jika informasi tidak terklasifikasi maka akan diperlukan banyak waktu dan biaya yang dikeluarkan saat mengimplementasikan besaran yang sama pada tingkat keamanan untuk informasi kritis maupun informasi tidak penting. Integritas memiliki tujuan mencegah modifikasi pada informasi oleh user yang tidak berhak, mencegah modifikasi yang tidak sengaja atau tidak berhak pada informasi oleh orang yang tidak berkepentingan, dan menjaga konsistensi internal maupun eksternal. Konsistensi internal memastikan bahwa data internal selalu konsisten. Misalnya, diasumsikan sebuah database internal memiliki jumlah unit suatu komponen tertentu pada tiap bagian suatu organisasi. Jumlah bilangan dari komponen di tiap bagian tersebut harus sama dengan jumlah bilangan komponen pada database yang terekam secara internal pada keseluruhan organisasi. Konsistensi eksternal menjamin bahwa data yang tersimpan pada database konsisten dengan fisiknya. Sebagai contoh dari konsistensi internal di atas, konsistensi eksternal berarti bahwa besarnya komponen yang tercatat pada database untuk setiap bagian adalah sama dengan banyaknya komponen secara fisik di tiap bagian tersebut. Informasi juga harus akurat, lengkap, dan terlindungi dari modifikasi yang tidak berhak. Ketika suatu mekanisme keamanan memberikan integritas, ia akan melindungi data dari perubahan yang tidak lazim, dan jika memang terjadi juga modifikasi ilegal pada data tersebut maka mekanisme keamanan harus memperingatkan user atau membatalkan modifikasi tersebut. Availability (ketersediaan) memastikan bahwa untuk user yang berhak memakai sistem,

memiliki waktu dan akses yang bebas gangguan pada informasi dalam sistem. Informasi,sistem, dan sumberdaya harus tersedia untuk user pada waktu diperlukan sehingga produktifitas tidak terpengaruh. Kebanyakan informasi perlu untuk dapat diakses dan tersedia bagi user saat diminta sehingga mereka dapat menyelesaikan tugas-tugas dan memenuhi tanggung jawab pekerjaan mereka. Melakukan akses pada informasi kelihatannya tidak begitu penting hingga pada suatu saat informasi tersebut tidak dapat diakses. Administrator sistem mengalaminya saat sebuah file server mati atau sebuah database yang pemakaiannya tinggi tiba-tiba rusal untuk suatu alasan dan hal lainnya. Fault tolerance dan mekanisme pemulihan digunakan untuk menjamin

kontinuitas ketersediaan sumberdaya. Produktifitas user dapat terpengaruh jika data tidak siap tersedia. Informasi memiliki atribut-atribut yang berbeda seperti akurasi, relevansi, sesuai waktu, privacy, dan keamanan. Mekanisme keamanan yang berbeda dapat memberikan tingkat kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan yang berbeda pula. Lingkungan, klasifikasi data yang dilindungi, dan sasaran keamanan perlu dievaluasi untuk menjamin mekanisme keamanan yang sesuai dibeli dan digunakan sebagaimana mestinya. Tujuan kontrol akses lainnya adalah reliability dan utilitas. Tujuan-tujuan tersebut mengalir dari kebijakan keamanan suatu organisasi. Kebijakan ini merupakan pernyataan tingkat tinggi dari pihak manajemen berkaitan dengan kontrol pada akses suatu informasi dan orang yang berhak menerima informasi tersebut. Tiga hal lainnya yang patut dipertimbangkan untuk perencanaan dan implementasi mekanisme kontrol akses adalah ancaman pada sistem (threats), kerawanan sistem pada ancaman (vulnerabilities), dan resiko yang ditimbulkan oleh ancaman tersebut. Ancaman (threats) adalah suatu kejadian atau aktivitas yang memiliki potensi untuk menyebabkan

kerusakan pada sistem informasi atau jaringan. Kerawanan (vulnerabilities) adalah kelemahan atau kurangnya penjagaan yang dapat dimanfaatkan oleh suatu ancaman, menyebabkan kerusakan pada sistem informasi atau jaringan. Sedangkan resiko adalah potensi kerusakan atau kehilangan pada sistem informasi atau jaringan; kemungkinan bahwa ancaman akan terjadi.

Penjelasan Akses Kontrol

Akses kontrol merupakan fitur-fitur keamanan yang mengontrol bagaimana user dan

sistem berkomunikasi dan berinteraksi dengan sistem dan sumberdaya lainnya. Akses control melindungi sistem dan sumberdaya dari akses yang tidak berhak dan umumnya menentukan tingkat otorisasi setelah prosedur otentikasi berhasil dilengkapi.

Akses adalah aliran informasi antara subjek dan objek. Sebuah subjek merupakan entitas

aktif yang meminta akses ke suatu objek atau data dalam objek tersebut. Sebuah subjek dapat berupa user, program, atau proses yang mengakses informasi untuk menyelesaikan suatu tugas tertentu. Ketika sebuah program mengakses sebuah file, program menjadi subjek dan filemenjadi objek. Objek adalah entitas pasif yang mengandung informasi. Objek bisa sebuah komputer, database, file, program komputer, direktori, atau field pada tabel yang berada di dalam database. Kontrol akses adalah sebuah term luas yang mencakup beberapa tipe mekanisme berbeda yang menjalankan fitur kontrol akses pada sistem komputer, jaringan, dan informasi. Kontrol akses sangatlah penting karena menjadi satu dari garis pertahanan pertama yang digunakan untuk menghadang akses yang tidak berhak ke dalam sistem dan sumberdaya jaringan. Saat user diminta memasukan username dan password hal ini disebut dengan control akses. Setelah user log in dan kemudian mencoba mengakses sebuah file, file ini dapat memiliki daftar user dan grup yang memiliki hak akses ke file tersebut. Jika user tidak termasuk dalam daftar maka akses akan ditolak. Hal itu sebagai bentuk lain dari kontrol akses. Hak dan ijin user adalah berdasarkan identitas, kejelasan, dan atau keanggotaan suatu grup. Kontrol akses memberikan organisasi kemampuan melakukan kontrol, pembatasan, monitor,

dan melindungi ketersediaan, integritas, dan kerahasiaan sumberdaya. Kontrol diimplementasikan untuk menanggulangi resiko dan mengurangi potensi kehilangan. Kontrol dapat bersifat preventif, detektif, atau korektif. Kontrol preventif dipakai

untuk mencegah kejadian-kejadian yang merusak. Kontrol detektif diterapkan untuk menemukan kejadian-kejadian yang merusak. Kontrol korektif digunakan untuk memulihkan sistem yang menjadi korban dari serangan berbahaya. Untuk menerapkan ukuran-ukuran tersebut, kontrol diimplementasikan secara administratif, logikal atau teknikal, dan fisikal. Kontrol administratif termasuk kebijakan dan prosedur, pelatihan perhatian terhadap keamanan, pemeriksaan latar belakang, pemeriksaan kebiasaan kerja, tinjauan riwayat hari libur, dan supervisi yang ditingkatkan.

Kontrol logikal atau teknikal mencakup pembatasan akses ke sistem dan perlindungan

informasi. Contoh kontrol pada tipe ini adalah enkripsi, smart cards, daftar kontrol akses, dan protokol transmisi. Sedangkan kontrol fisikal termasuk penjagaan dan keamanan bangunan secara umum seperti penguncian pintu, pengamanan ruang server atau laptop, proteksi kabel, pemisahan tugas kerja, dan backup data. Kontrol fisikal merupakan penempatan penjaga dan bangunan secara umum, seperti penguncian pintu, pengamanan ruang server atau laptop, perlindungan pada kabel, pembagian

tanggung jawab, dan backup file.

Model Kontrol Akses

Penerapan akses kontrol pada subjek sistem (sebuah entitas aktif seperti individu atau

proses) terhadap objek sistem (sebuah entitas pasif seperti sebuah file) berdasarkan aturan

(rules). Model kontrol akses merupakan sebuah framework yang menjelaskan bagaimana

subjek mengakses objek. Model ini menggunakan teknologi kontrol akses dan mekanisme sekuriti untuk menerapkan aturan dan tujuan suatu model. Ada tiga tipe utama model kontrol akses yaitu mandatory, discretionary, dan nondiscretionary (sering disebut juga role-based). Tiap tipe model memakai metode berbeda untuk mengkontrol bagaimana subjek mengakses objek dan mempunyai kelebihan serta keterbatasan masing-masing. Tujuan bisnis dan keamanan dari suatu organisasi akan membantu menjelaskan model kontrol akses mana yang sebaiknya digunakan, bersamaan dengan budaya perusahaan dan kebiasaan menjalankan bisnisnya. Beberapa model dipakai secara ekslusif dan kadang-kadang model tersebut dikombinasikan sehingga mampu mencapai tingkat keperluan kemanan lingkungan yang dibutuhkan.

Aturan pada akses kontrol diklasifikasikan menjadi :

�� Mandatory access control

Otorisasi suatu akses subjek terhadap objek bergantung pada label, dimana label

ini menunjukan ijin otorisasi suatu subjek dan klasifikasi atau sensitivitas dari objek.

Misalnya, pihak militer mengklasifikasikan dokumen sebagai unclassified,

confidential, secret, dan top secret. Untuk hal yang sama, individu dapat menerima ijin otorisasi tentang confidential, secret, atau top secret dan dapat memiliki akses ke dokumen bertipe classified atau tingkatan di bawah status ijin otorisasinya. Sehingga individu dengan ijin otorisasi secret dapat mengakses tingkatan secret dan confidential dokumen dengan suatu batasan. Batasan ini adalah bahwa individu memiliki keperluan untuk mengetahui secara relatif classified dokumen yang dimaksud. Meskipun demikian dokumen yang dimaksud harus benar-benar diperlukan oleh individu tersebut untuk menyelesaikan tugas yang diembannya. Bahkan jika individu memiliki ijin otorisasi untuk tingkat klasifikasi suatu informasi, tetapi tidak memiliki keperluan untuk mengetahui maka individu tersebut tetap tidak boleh mengakses informasi yang diinginkannya. Pada model mandatory access control, user dan pemilik data tidak memiliki banyak kebebasan untuk menentukan siapa yang dapat mengakses file-file mereka. Pemilik data dapat mengijinkan pihak lain untuk mengakses file mereka namun

operating system (OS) yang tetap membuat keputusan final dan dapat membatalkan kebijakan dari pemilik data. Model ini lebih terstruktur dan ketat serta berdasarkan label keamanan sistem. User diberikan ijin otorisasi dan data diklasifikasikan. Klasifikasi disimpan di label sekuriti pada sumber daya. Klasifikasi label menentukan tingkat kepercayaan user yang harus dimiliki untuk dapat mengakses suatu file. Ketika sistem membuat keputusan mengenai pemenuhan permintaan akses ke suatu objek, keputusan akan didasarkan pada ijin otorisasi subjek dan klasifikasi objek. Aturan-aturan bagaimana subjek mengakses data dibuat oleh manajemen, dikonfigurasikan oleh administrator, dijalankan oleh operating system, dan didukung oleh teknologi sekuriti.

�� Discretionary access control

Subjek memiliki otoritas, dengan batasan tertentu, untuk menentukan objek-objek

apa yang dapat diakses. Contohnya adalah penggunaan daftar kontrol akses (access

control list). Daftar kontrol akses merupakan sebuah daftar yang menunjuk user-user

mana yang memiliki hak ke sumber daya tertentu. Misalnya daftar tabular akan

menunjukan subjek atau user mana yang memiliki akses ke objek (file x) dan hak apa

yang mereka punya berkaitan dengan file x tersebut.

Kontrol akses triple terdiri dari user, program, dan file dengan hubungan hak akses

terkait dengan tiap user. Tipe kontrol akses ini digunakan secara lokal, dan mempunyai

situasi dinamis dimana subjek-subjek harus memiliki pemisahan untuk menentukan

sumber daya tertentu yang user diijinkan untuk mengakses.

Ketika user dengan batasan tertentu memiliki hak untuk merubah kontrol akses ke

objek-objek tertentu, hal ini disebut sebagai user-directed discretionary access control.

Sedangkan kontrol akses berbasis identitas (identity-based access control) adalah tipe

kontrol akses terpisah berdasarkan identitas suatu individu.

Dalam beberapa kasus, pendekatan hybrid juga digunakan, yaitu yang

mengkombinasi-kan fitur-fitur user-based dan identity-based discretionary access

control. Jika user membuat suatu file, maka ia merupakan pemilik file tersebut.

Kepemilikan juga bisa diberikan kepada individu spesifik. Misalnya, seorang manager

pada departemen tertentu dapat membuat kepemilikan suatu file dan sumber daya

dalam domain-nya. Pengenal untuk user ini ditempatkan pada file header. Sistem yang

menerapkan model discretionary access control memungkinkan pemilik sumber daya

untuk menentukan subjek-subjek apa yang dapat mengakses sumber daya spesifik.

Model ini dinamakan discretionary karena kontrol akses didasarkan pada

pemisahan pemilik. Pada model ini, akses dibatasi berdasarkan otorisasi yang

diberikan pada user. Ini berarti bahwa subjek-subjek diijinkan untuk menentukan tipe

akses apa yang dapat terjadi pada objek yang mereka miliki. Jika organisasi

menggunakan model discretionary access control, administrator jaringan dapat

mengijinkan pemilik sumber daya mengkontrol siapa yang dapat mengakses

file/sumber daya tersebut.

Implemetasi umum dari discretionary access control adalah melalui access control

list yang dibuat oleh pemilik, diatur oleh administrator jaringan, dan dijalankan oleh

operating system. Dengan demikian kontrol ini tidak termasuk dalam lingkungan

terkontrol terpusat dan dapat membuat kemampuan user mengakses informasi secara

dinamis, kebalikan dari aturan yang lebih statis pada mandatory access control.

�� Non-Discretionary access control

Otoritas sentral menentukan subjek-subjek apa yang mempunyai akses ke objekobjek

tertentu berdasarkan kebijakan keamanan organisasi. Kontrol akses bisa

berdasarkan peran individu dalam suatu organisasi (role-based) atau tanggung jawab

subjek dan tugasnya (task-based).

Dalam organisasi dimana sering terdapat adanya perubahan/pergantian personel,

nondiscretionary access control merupakan model yang tepat karena kontrol akses

didasarkan pada peran individu atau jabatan dalam suatu organisasi. Kontrol akses ini

tidak perlu dirubah saat individu baru masuk menggantikan individu lama. Tipe lain

dari non-discretionary access control adalah kontrol akses lattice-based. Dalam model

lattice (lapis tingkatan), terdapat pasangan-pasangan elemen yang memiliki batas

tertinggi terkecil dari nilai dan batas terendah terbesar dari nilai. Untuk menerapkan

konsep kontrol akses ini, pasangan elemen adalah subjek dan objek, dan subjek

memiliki batas terendah terbesar serta batas tertinggi terkecil untuk hak akses pada

suatu objek.

Selain itu terdapat model role-based access control yang juga sebagai

nondiscretionary access control. Model ini menerapkan seperangkat aturan terpusat

pada kontrol untuk menentukan bagaimana subjek dan objek berinteraksi. Tipe model

ini mengijinkan akses ke sumber daya berdasarkan peran yang user tangani dalam

suatu organisasi. Administrator menempatkan user dalam peran dan kemudian

memberikan hak akses pada peran tersebut.

Peran dan kelompok merupakan hal berbeda meskipun mereka mempunyai tujuan

yang sama. Mereka bekerja sebagai penampungan untuk para user. Perusahaan

mungkin memiliki kelompok auditor yang terdiri dari beberapa user yang berbeda.

Para user ini dapat menjadi bagian suatu kelompok lain dan biasanya memiliki hak

individunya masing-masing serta ijin yang diberikan kepada mereka. Jika perusahaan

menerapkan peran, tiap user yang ditugaskan pada peran tertentu yang hanya memiliki

hak pada peran tersebut. Hal ini menjadikan kontrol yang lebih ketat.

sumber:http://a60377.wordpress.com/2009/01/22/sistem-keamanan-komputer/

Tips Dan Trik Cara Belajar Yang Baik Untuk Ujian / Ulangan

Belajar merupakan hal yang wajib dilakukan oleh para pelajar dan mahasiswa. Belajar pada umumnya dilakukan di sekolah ketika jam pelajaran berlangsung dibimbing oleh Bapak atau Ibu Guru. Belajar yang baik juga dilakukan di rumah baik dengan maupun tanpa pr / pekerjaan rumah. Belajar yang dilakukan secara terburu-buru akibat dikejar-kejar waktu memiliki dampak yang tidak baik.

Berikut ini adalah tips dan triks yang dapat menjadi masukan berharga dalam mempersiapkan diri dalam menghadapi ulangan atau ujian :

1. Belajar Kelompok
Belajar kelompok dapat menjadi kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan karena ditemani oleh teman dan berada di rumah sendiri sehingga dapat lebih santai. Namun sebaiknya tetap didampingi oleh orang dewasa seperti kakak, paman, bibi atau orang tua agar belajar tidak berubah menjadi bermain. Belajar kelompok ada baiknya mengajak teman yang pandai dan rajin belajar agar yang tidak pandai jadi ketularan pintar. Dalam belajar kelompok kegiatannya adalah membahas pelajaran yang belum dipahami oleh semua atau sebagian kelompok belajar baik yang sudah dijelaskan guru maupun belum dijelaskan guru.

2. Rajin Membuat Catatan Intisari Pelajaran
Bagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku kecil yang dapat dibawa kemana-mana sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada. Namun catatan tersebut jangan dijadikan media mencontek karena dapat merugikan kita sendiri.

3. Membuat Perencanaan Yang Baik
Untuk mencapai suatu tujuan biasanya diiringi oleh rencana yang baik. Oleh karena itu ada baiknya kita membuat rencana belajar dan rencana pencapaian nilai untuk mengetahui apakah kegiatan belajar yang kita lakukan telah maksimal atau perlu ditingkatkan. Sesuaikan target pencapaian dengan kemampuan yang kita miliki. Jangan menargetkan yang yang nomor satu jika saat ini kita masih di luar 10 besar di kelas. Buat rencana belajar yang diprioritaskan pada mata pelajaran yang lemah. Buatlah jadwal belajar yang baik.

4. Disiplin Dalam Belajar
Apabila kita telah membuat jadwal belajar maka harus dijalankan dengan baik. Contohnya seperti belajar tepat waktu dan serius tidak sambil main-main dengan konsentrasi penuh. Jika waktu makan, mandi, ibadah, dan sebagainya telah tiba maka jangan ditunda-tunda lagi. Lanjutkan belajar setelah melakukan kegiatan tersebut jika waktu belajar belum usai. Bermain dengan teman atau game dapat merusak konsentrasi belajar. Sebaiknya kegiatan bermain juga dijadwalkan dengan waktu yang cukup panjang namun tidak melelahkan jika dilakukan sebelum waktu belajar. Jika bermain video game sebaiknya pilih game yang mendidik dan tidak menimbulkan rasa penasaran yang tinggi ataupun rasa kekesalan yang tinggi jika kalah.

5. Menjadi Aktif Bertanya dan Ditanya
Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakan kepada guru, teman atau orang tua. Jika kita bertanya biasanya kita akan ingat jawabannya. Jika bertanya, bertanyalah secukupnya dan jangan bersifat menguji orang yang kita tanya. Tawarkanlah pada teman untuk bertanya kepada kita hal-hal yang belum dia pahami. Semakin banyak ditanya maka kita dapat semakin ingat dengan jawaban dan apabila kita juga tidak tahu jawaban yang benar, maka kita dapat membahasnya bersama-sama dengan teman. Selain itu

6. Belajar Dengan Serius dan Tekun
Ketika belajar di kelas dengarkan dan catat apa yang guru jelaskan. Catat yang penting karena bisa saja hal tersebut tidak ada di buku dan nanti akan keluar saat ulangan atau ujian. Ketika waktu luang baca kembali catatan yang telah dibuat tadi dan hapalkan sambil dimengerti. Jika kita sudah merasa mantap dengan suatu pelajaran maka ujilah diri sendiri dengan soal-soal. Setelah soal dikerjakan periksa jawaban dengan kunci jawaban. Pelajari kembali soal-soal yang salah dijawab.

7. Hindari Belajar Berlebihan
Jika waktu ujian atau ulangan sudah dekat biasanya kita akan panik jika belum siap. Jalan pintas yang sering dilakukan oleh pelajar yang belum siap adalah dengan belajar hingga larut malam / begadang atau membuat contekan. Sebaiknya ketika akan ujian tetap tidur tepat waktu karena jika bergadang semalaman akan membawa dampak yang buruk bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak.

8. Jujur Dalam Mengerjakan Ulangan Dan Ujian
Hindari mencontek ketika sedang mengerjakan soal ulangan atau ujian. Mencontek dapat membuat sifat kita curang dan pembohong. Kebohongan bagaimanapun juga tidak dapat ditutup-tutupi terus-menerus dan cenderung untuk melakukan kebohongan selanjutnya untuk menutupi kebohongan selanjutnya. Anggaplah dengan nyontek pasti akan ketahuan guru dan memiliki masa depan sebagai penjahat apabila kita melakukan kecurangan.

Semoga tips cara belajar yang benar ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua, amin.

Tips melakukan presentasi

Di dunia kerja sangat lazim jika kita harus melakukan presentasi entah itu untuk menawarkan produk pada klien, maupun mengemukakan pendapat atau gagasan saat rapat. Kesuksesan kita melakukan presentasi berbanding lurus dengan kemajuan karir kita. Lalu bagaimana kunci sukses melakukan presentasi? Kuasailah audiens dengan komunikasi yang baik. Bagaimana caranya? Berikut tipsnya :

• Pikirkan konsep besar presentasi Anda. Lalu cobalah membuat daftar kata pemicu, yakni kata yang bisa Anda terangkan dengan durasi 30 menit sampai 5 menit.

• Siapkan poin-poin penting yang hendak dibicarakan dalam secarik kertas untuk contekan Anda saat melakukan presentasi. Ini penting agar apa yang Anda bicarakan tidak melompat-lompat.

• Lakukan aktivitas fisik ringan seperti jalan cepat ataupun jogging di tempat sebelum berbicara di depan umum akan mengurangi rasa grogi yang muncul jika hendak tampil di muka umum.

• Lakukan latihan berbicara di depan cermin sebelum melakukan presentasi di depan umum. Latihan dapat membuat Anda siap dan kesiapan akan mengurangi kadar grogi Anda.

• Kenali audiens Anda. Ambil variasi dalam cara menyampaikan masalah, sehingga terjangkau oleh mereka yang terdiri dari berbagai latar belakang yang berbeda.

• Persiapkan dengan baik peralatan presentasi Anda. Pastikan semuanya dalam kondisi baik dan siap pakai. Mintalah bantuan teknisi jika Anda tidak dapat melakukannya sendiri. Sedikit gangguan pada alat bantu presentasi Anda dapat membuat konsentrasi Anda buyar.

• Aturlah napas Anda saat berbicara. Intonasi yang tenang membuat apa yang Anda sampaikan lebih dimengerti oleh audiens.

• Jangan terlalu banyak memberi gagasan pada satu presentasi, cukup dua-tiga saja. Ini membantu Anda fokus pada apa yang ingin disampaikan.

• Perhatikan lamanya waktu yang tersedia dalam menyampaikan presentasi. Jika presentasi terasa berjalan lambat, Anda perlu untuk meringkas materi yang disajikan.

• Akhiri presentasi Anda dengan mengulas kembali poin-poin yang penting yang Anda presentasikan. Ini membuat pesan Anda melekat di benak audiens.

Kamis, 18 November 2010

Adobe Flash

Adobe Flash (dahulu bernama Macromedia Flash) adalah salah satu perangkat lunak komputer yang merupakan produk unggulan Adobe Systems. Adobe Flash digunakan untuk membuat gambar vektor maupun animasi gambar tersebut. Berkas yang dihasilkan dari perangkat lunak ini mempunyai file extension .swf dan dapat diputar di penjelajah web yang telah dipasangi Adobe Flash Player. Flash menggunakan bahasa pemrograman bernama ActionScript yang muncul pertama kalinya pada Flash 5.

Sebelum tahun 2005, Flash dirilis oleh Macromedia. Flash 1.0 diluncurkan pada tahun 1996 setelah Macromedia membeli program animasi vektor bernama FutureSplash. Versi terakhir yang diluncurkan di pasaran dengan menggunakan nama 'Macromedia' adalah adalah Macromedia Flash 8. Pada tanggal 3 Desember 2005 Adobe Systems mengakuisisi Macromedia dan seluruh produknya, sehingga nama Macromedia Flash berubah menjadi Adobe Flash.

Adobe Flash merupakan sebuah program yang didesain khusus oleh Adobe dan program aplikasi standar authoring tool professional yang digunakan untuk membuat animasi dan bitmap yang sangat menarik untuk keperluan pembangunan situs web yang interaktif dan dinamis. Flash didesain dengan kemampuan untuk membuat animasi 2 dimensi yang handal dan ringan sehingga flash banyak digunakan untuk membangun dan memberikan efek animasi pada website, CD Interaktif dan yang lainnya. Selain itu aplikasi ini juga dapat digunakan untuk membuat animasi logo, movie, game, pembuatan navigasi pada situs web, tombol animasi, banner, menu interaktif, interaktif form isian, e-card, screen saver dan pembuatan aplikasi-aplikasi web lainnya. Dalam Flash, terdapat teknik-teknik membuat animasi, fasilitas action script, filter, custom easing dan dapat memasukkan video lengkap dengan fasilitas playback FLV. Keunggulan yang dimiliki oleh Flash ini adalah ia mampu diberikan sedikit code pemograman baik yang berjalan sendiri untuk mengatur animasi yang ada didalamnya atau digunakan untuk berkomunikasi dengan program lain seperti HTML, PHP, dan Database dengan pendekatan XML, dapat dikolaborasikan dengan web, karena mempunyai keunggulan antara lain kecil dalam ukuran file outputnya

Movie-movie Flash memiliki ukuran file yang kecil dan dapat ditampilkan dengan ukuran layar yang dapat disesuaikan dengan keingginan. Aplikasi Flash merupakan sebuah standar aplikasi industri perancangan animasi web dengan peningkatan pengaturan dan perluasan kemampuan integrasi yang lebih baik. Banyak fiture-fiture baru dalam Flash yang dapat meningkatkan kreativitas dalam pembuatan isi media yang kaya dengan memanfaatkan kemampuan aplikasi tersebut secara maksimal. Fiture-fiture baru ini membantu kita lebih memusatkan perhatian pada desain yang dibuat secara cepat, bukannya memusatkan pada cara kerja dan penggunaan aplikasi tersebut. Flash juga dapat digunakan untuk mengembangkan secara cepat aplikasi-aplikasi web yang kaya dengan pembuatan script tingkat lanjut. Di dalam aplikasinya juga tersedia sebuah alat untuk men-debug script. Dengan menggunakan Code hint untuk mempermudah dan mempercepat pembuatan dan pengembangan isi ActionScript secara otomatis.

sumber:http://id.wikipedia.org/wiki/Adobe_Flash

System operasi

Operating system (OS) atau yang sering di sebut sistem operasi adalah sekumpulan perintah dasar yang berperan untuk menjalankan dan mengoperasikan komputer .Sekarang ini banyak sekali macam-macam sistem operasi di pasaran baik yang asli ataupun yang bajakan.Ada beberapa sistem operasi yang biasa kita jumpai di pasaran diantranya Windows,Unix,Linux Dan masih banyak lagi yang lainya.Dari sekian banyak sistem operasi Yang beredar,sistem operasi milik perusahaan microsoft lah yang paling populer untuk para pengguna pc notebook,bahkan ponsel dan PDA sekalipun Dengan sistem operasi berbasis mobilenya .
Dari beberapa sistem operasi tersebut,Sistem operasi yang dapat digunakan secara bebas alias open sourc Asalah linux. sistem operasi ini biasa digunakan untuk tujuan pendidikan ,lain halnya dengan para vendor ponsel dan PDA ,Para vrndor ini lebih menyasarkan produknya untuk menggunakan sistem operasi mobile milik perusahaan microsoft yaitu windows. Sama seperti di pc atau notebook sistem operasi di PDA atau ponsel memiliki Beberapa versi dan tatap muka yang hampir sama ,mulai dari windows mobile versi 5.0 sampai dengan windows vista versi mobile .Vendor PDA atau ponsel yang biasa memakai sistem operasi tersebut diantaranya 02,Samsung.Doppod Dan sony ericson untuk beberapa type.

Perkembangan Sistem Operasi

Perkembangan sistem operasi Berawal dari altair,yaitu perangkat komputer pertama pada tahun 1975 yang menggunakan sistem operasi CP/M dan kemudian oleh perusahaan microsoft dirilis menjadi MS-DOS Dan berkembang dari MS-DOS versi 1.0 Pada tahun 1981 sampai MS-DOS versi 5.0 pada tahun 1991 dan sampai sekarang ini microsoft telah mengeluarkan beberapa sistem operasi mulai dari Ms-windows,windows97,windows98,windows98Me,Windows2000.Windows ME,Windows XP dan yang paling terbaru adalah windows vista yang terkenal dengan tatatp mukanya .

Sistem operasi Komputer adalah perangkat lunak komputer atau software yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras dan juga operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah data yang bisa digunakan untuk mempermudah kegiatan manusia. Sistem Operasi dalam bahasa Inggrisnya disebut Operating System, atau biasa di singkat dengan OS.
Sistem Operasi komputer merupakan software pada lapisan pertama yang diletakkan pada memori komputer, (memori komputer dalam hal ini ada Hardisk, bukan memory ram) pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi Komputer berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan kernel suatu Sistem Operasi.
Sistem Operasi berfungsi sebagai penghubung antara lapisan hardware dan lapisan software. selain itu, Sistem Operasi komputer juga melakukan semua perintah perintah penting dalam komputer, serta menjamin aplikasi-aplikasi yang berbeda fungsinya dapat berjalan lancar secara bersamaan tanpa hambatan. Sistem Operasi Komputer menjamin aplikasi perangkat lunak lainnya bisa memakai memori, melakukan input serta output terhadap peralatan lain, dan mempunya akses kepada sistem file. Jika beberapa aplikasi berjalan secara bersamaan, maka Sistem Operasi Komputer akan mengatur jadwal yang tepat, sehingga sebisa mungkin semua proses pada komputer yang berjalan mendapatkan waktu yang cukup untuk menggunakan CPU dan tidak saling mengganggu dengan perangkat yang lain.
Contoh-contoh dari Sistem operasi Komputer misalnya adalah Windows, Linux, MacOS, dan lain lain

http://belajar-komputer-mu.com/pengertian-sistem-operasi-komputer-operating-system/

Jaringan komputer

Jaringan komputer adalah sebuah syistem yang terdiri atas computer,software dan perangkat jaringan lainnya yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama. Tujuan dari jaringan komputer adalah:
• Membagi sumber daya: contohnya berbagi pemakaian printer,cpu,momori dan hardisk Komunikasi: contohnya surat elektronik, instan messanging, chatting
• Akses informasi: contohnya web browsing
Agar dapat mencapai tujuan yang sama, setiap bagian dari jaringan komputer meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta/menerima layanan disebut klien (client) dan yang memberikan/mengirim layanan disebut pelayan (server). Arsitektur ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer.
Klasifikasi
Berdasarkan skala :
• Local Area Network (LAN: suatu jaringan komputer yang menghubungkan suatu komputer dengan komputer lain dengan jarak yang terbatas.
• Metropolitant Area Network (MAN): prinsip sama dengan LAN, hanya saja jaraknya lebih luas, yaitu 10-50 km.
• Wide Area Network (WAN): jaraknya antar kota, negara, dan benua. ini sama dengan internet.
Berdasarkan fungsi : Pada dasarnya setiap jaringan komputer ada yang berfungsi sebagai client dan juga server. Tetapi ada jaringan yang memiliki komputer yang khusus didedikasikan sebagai server sedangkan yang lain sebagai client. Ada juga yang tidak memiliki komputer yang khusus berfungsi sebagai server saja. Karena itu berdasarkan fungsinya maka ada dua jenis jaringan komputer:
• Client-server
Yaitu jaringan komputer dengan komputer yang didedikasikan khusus sebagai server. Sebuah service/layanan bisa diberikan oleh sebuah komputer atau lebih. Contohnya adalah sebuah domain seperti www.detik.com yang dilayani oleh banyak komputer web server. Atau bisa juga banyak service/layanan yang diberikan oleh satu komputer. Contohnya adalah server jtk.polban.ac.id yang merupakan satu komputer dengan multi service yaitu mail server, web server, file server, database server dan lainnya.
• Peer-to-peer
Yaitu jaringan komputer dimana setiap host dapat menjadi server dan juga menjadi client secara bersamaan. Contohnya dalam file sharing antar komputer di Jaringan Windows Network Neighbourhood ada 5 komputer(kita beri nama A,B,C,D dan E) yang memberi hak akses terhadap file yang dimilikinya. Pada satu saat A mengakses file share dari B bernama data_nilai.xls dan juga memberi akses file soal_uas.doc kepada C. Saat A mengakses file dari B maka A berfungsi sebagai client dan saat A memberi akses file kepada C maka A berfungsi sebagai server. Kedua fungsi itu dilakukan oleh A secara bersamaan maka jaringan seperti ini dinamakan peer to peer.
Berdasarkan topologi jaringan, jaringan komputer dapat dibedakan atas:
• Topologi bus
• Topologi bintang
• Topologi cincin
• Topologi mesh
• Topologi pohon
• Topologi linier
Berdasarkan kriterianya, jaringan komputer dibedakan menjadi 4 yaitu:
1. Berdasarkan distribusi sumber informasi/data
o Jaringan terpusat
Jaringan ini terdiri dari komputer klient dan server yang mana komputer klient yang berfungsi sebagai perantara untuk mengakses sumber informasi/data yang berasal dari satu komputer server
o Jaringan terdistribusi
Merupakan perpaduan beberapa jaringan terpusat sehingga terdapat beberapa komputer server yang saling berhubungan dengan klient membentuk sistem jaringan tertentu.
2. Berdasarkan jangkauan geografis dibedakan menjadi:
o Jaringan LAN
merupakan jaringan yang menghubungkan 2 komputer atau lebih dalam cakupan seperti laboratorium, kantor, serta dalam 1 warnet.
o Jaringan MAN
Merupakan jaringan yang mencakup satu kota besar beserta daerah setempat. Contohnya jaringan telepon lokal, sistem telepon seluler, serta jaringan relay beberapa ISP internet.
o Jaringan WAN
Merupakan jaringan dengan cakupan seluruh dunia. Contohnya jaringan PT Telkom, PT. Indosat, serta jaringan GSM Seluler seperti Satelindo, Telkomsel, dan masih banyak lagi.
3. Berdasarkan peranan dan hubungan tiap komputer dalam memproses data.
o Jaringan Client-Server
Pada jaringan ini terdapat 1 atau beberapa komputer server dan komputer client. Komputer yang akan menjadi komputer server maupun menjadi komputer client dan diubah-ubah melalui software jaringan pada protokolnya. Komputer client sebagai perantara untuk dapat mengakses data pada komputer server sedangkan komputer server menyediakan informasi yang diperlukan oleh komputer client.
o Jaringan Peer-to-peer
Pada jaringan ini tidak ada komputer client maupun komputer server karena semua komputer dapat melakukan pengiriman maupun penerimaan informasi sehingga semua komputer berfungsi sebagai client sekaligus sebagai server.
4. Berdasarkan media transmisi data
o Jaringan Berkabel (Wired Network)
Pada jaringan ini, untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lain diperlukan penghubung berupa kabel jaringan. Kabel jaringan berfungsi dalam mengirim informasi dalam bentuk sinyal listrik antar komputer jaringan.
o Jaringan Nirkabel(WI-FI)
Merupakan jaringan dengan medium berupa gelombang elektromagnetik. Pada jaringan ini tidak diperlukan kabel untuk menghubungkan antar komputer karena menggunakan gelombang elektromagnetik yang akan mengirimkan sinyal informasi antar komputer jaringan.

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Jaringan_komputer