Senin, 08 November 2010

TEMA 2.AKUTANSI DAN TEKNOLOGI INFORMASI

A.AKUTANSI DAN TEKNOLOGI INFORMASI

FUNGSI INFORMASI AKUNTANSI

Sistem informasi akuntasi merupakan sistem informasi yang paling banyak digunakan

dalam kegiatan bisnis. Sistem informasi ini mencatat dan melaporkan semua transaksi bisnis dan

kegiatan-kegiatan ekonomi lainnya. Sistem informasi akuntansi digunakan berdasarkan atas

Double Entry Bookkeeping Concepts dan konsep akuntansi umum lainnya seperti

pertanggungjawaban keuangan dan perhitungan keuntungan. Sistem akuntansi berbasis komputer

mencatat dan melaporkan aliran dana serta menghasilkan laporan keuangan bagi perusahaan.

Ruang lingkup sistem informasi akuntansi meliputi :

• Proses pemesanan

• Pengendalian persediaan

• Laporan penerimaan

• Laporan pembayaran

• Sistem upah

A.Proses Pemesanan

Proses pemesanan adalah sistem proses transaksi yang penting untuk mengetahui proses

permintaan pelanggan agar dapat menghasilkan data yang dibutuhkan bagi analisa penjualan

dan pengendalian persediaan. Sistem proses pemesanan penjualan berbasis komputer

memberikan kecepatan, keakuratan, metode yang efesien untuk mengetahui permintaan

pelanggan dan transaksi penjualan, dan memberikan sistem pengendalian persediaan.

A1.Pengendalian Persediaan

Sistem pengendalian persediaan menggambarkan proses perubahan dari item-item

persediaan. Data mengenai permintaan pelanggan diterima dari sistem proses pemesanan,

sistem pengendalian persediaan berbasis komputer memberikan pelayanan berkualitas pada

pelanggan disamping meminimasikan investasi dan biaya dalam persediaan. Aliran data

dalam sistem pengendalian persediaan dapat dilihat pada gambar 4.2.

A2.Sistem Upah

Sistem pembayaran upah/gaji menerima dan mengolah data dari kartu kerja dan catatan kerja pegawai. Sistem ini menghasilkan catatan pembayaran upah dan laporan analisa pegawai.

Sistem pembayaran upah berbasis komputer membantu manajemen perusahaan dalam

memberikan laporan analisa biaya tenaga kerja dan produktivitas.

OTOMATISASI KANTOR

Mencakup semua sistem elektronik formal dan informal yang terutama berkaitan dengan komunikasi informasi ke dan dari orang-orang didalam maupun diluar perusahaan.

SISTEM ELEKTRONIK FORMAL

didokumentasikan dengan suatu sistem prosedur tertulis. Diterapkan diseluruh perusahaan untuk memenuhi kebutuhan organisasi, mirip dengan SIM.

SISTEM ELEKTRONIK INFORMAL

tidak direncanakan atau diuraikan secara tertulis. Sistem-sistem OA ini diterapkan

saat diperlukan oleh perorangan untuk memenuhi

keperluannya sendiri, mirip dengan DSS.


Para pengguna OA :

1. Manajer, orang-orang yang bertanggung jawab mengelolasumber daya perusahaan, terutama SDM.

2. Profesional, menyumbangkan keahlian khusus yangmembedakan mereka dengan sekertaris dan pegawaiadministrasi.

3. Sekertaris, ditugaskan oleh professional untukmelaksanakan berbagai tugas seperti menangani

korespondensi, menjawab telepon dan mengatur jadwalpertemuan.

4. Pegawai administrasi, melaksanakan tugas-tugas untuk sekertaris, seperti mengoperasikan mesin fotokopi,menyusun dokumen, menyimpan dokumen, dll.

APLIKASI OTOMATISASI KANTOR DAN TEKNOLOGI CEPAT TANGGAP :

· Pengolahan kata (word Processing).

· Surat elektronik (electronic mail).

· Voice mail.

· Kalender elektronik (electronic calendaring).

· Konfrensi audio.

· Konfrensi video.

· Konfrensi komputer.

· Transmisi faximile (FAX)

· Videotex.

· Desktop publishing.

Teknologi Tanggap Cepat

Istilah sistem tanggap cepat-Quick response system tampaknya sudah menjelaskan maksudnya sendiri. Tentunya sistem ini adalah yang ‘cepat’ dan “responsif”. Tetapi arti dari konsep tangaap cepat jauh lebih mendalam. Sistem tanggap cepat penting bagi gerakantotal quality performance(TQP) perusahaan.TQP (kadang-kadang juga disebut total quality management-TQM) adalah filosofi untuk melaksanakan sesuatu yang tepat dengan tepat pada saat pertama. TQP mensyaratkan produksi berkualitas tinggi, efisiensi operasional, dan perbaikan terus menerus dalam operasi. TQP menekankan "kepuasan pelanggan" sedemikian rupa hingga tercapai "obsesi pelanggan". Dalam lingkungan dunia bisnis yang sangat kompetitif, TQP adalah strategi untuk dapat bertahan hidup. Pertukaran data elektronik (electronic data interchange-EDI) adalah hal penting bagi sistem tanggap cepat. Walaupun EDI penting, tetapi hal itu saja tidak mencukupi. Identifikasi kode bar (bar code) produk dengan menggunakan kode produk universal (Universal Product Code-UPC) dan teknologiscanning, seperti pada terminal perusahaan eceran (ritel) di titik penjualan (point of sale - POS), adalah contoh teknologi penting lainnya. Kode bar UPC di-scan dengan teknologi POS pada anjungan(counter) ke luar di toko eceran merupakan titik awal dari rangkaian kegiatan yang akan berakhir dengan item, yaitu item yang tepat, yang persediaannya perlu segera diisi kembali agar dapat segera dijual kembali (Gambar 4.5). Ini sangat penting dalam dunia eceran, di manafads, yaitu permintaan pelanggan atas produk tertentu dapat dan benar-benar berubah dengan cepat. Apa yang dijual tahun lalu, bulan lalu, atau bahkan minggu lalu boleh jadi tidak lagi diminati pelanggan saat ini.

Just-in-Time (JIT)

Sistem penjualan eceran tanggap cepat mirip dengan sistem persediaan just-in-time(JIT) yang digunakan manufaktur. Pesanan pembelian untuk barang- barang persediaan dibuat berdasarkan konsep "permintaan-tarik" dan bukannya berdasarkan suatu interval tetap (bulanan atau mingguan) secara "dorong" untuk memenuhi tingkat persediaan tertentu. Pada lingkungan yang tidak berbasis JIT, proses seperti itu hanya berlangsung terputus-putus. Kumpulan (batch) produk yang serupa secara periodik diproses untuk memenuhi kebutuhan masa kini dan rencana masa datang

Biaya kegiatan "set up" biasanya timbul setiap kali suatubatch dan biayanya umumnya sama, tidak terganrung pada ukuran pemrosesanbatch. Sebagaimana makna dari kata rencana, sistembatch menggunakan konsep "dorong" dalam mencapai efisiensi. Ukuranbatch yang ekonomis (efisien) dihasilkan dengan menggunakan rumus-rumus, seperti yang terdapat pada model EOQ (Economic Order Quantity). Unruk lingkungan non JIT, misalnya pada penjualan eceran, pesanan atas produk baru diproses secara periodik sebagaibatchdan dikirimkan kepada pemasok untuk melengkapi lagi persediaan. Persediaan dijaga dalam tingkat tertentu yang memadai untuk mengantisipasi kebutuhan masa datang. Biaya pemesanan (set up) diminimalkan dengan menerapkan konsep EOQ untuk keputusan pemesanan kembali.

WEB COMMERCE

Web Commercedisebut juga perdagangan dengan jaringan internet. Penjualan melalui jaring internet (World Wide Web) merupakan bagian integral dari perekonomian. Penjualan tersebut menyediakan banyak keuntungan baik bagi
konsumen maupun penyedia barang.
Keuntungan bagi konsumen adalah sebagai berikut :

· Tidak perlu antri untuk dilayani oleh pramuniaga atau mendapatkan

informasi produk.

· Melaluisoftwareberbasis jaring internet yang canggih, seorang pelanggan

dapat memperoleh jawaban yang cepat atas pertanyaan yang kompleks

mengenai produk yang bersangkutan

· Transaksi berbasiswebbiasanya dilindungi dengan fasilitas enkripsiuntuk alasan keamanan.
Keuntungan bagi penyedia barang:
1. Penghematan biaya karena adanya pemesanan secara otomatis
2. Pengkodean elektronis secara otomatis atas data transaksi
3. Rendahnya biaya overhead. Seluruh toko internet dapat ditampung dalamsatu
komputer desktop.
4. Barang dapat dipasarkan ke segenap penjuru dunia
5. Pemutakhiran, pengenalan produk baru dan perubahan harga dapat dilakukan
secara cepat Yang banyak menjadi perhatian masyarakat dalam pembelian melalui

Web adalah aspek keamanan dan perlindungan data pribadi. Berdasarkan alasan tersebut, American Institute of Public Accountant mensponsori adanya "label persetujuan" Web Trustyang dapat diterbitkan oleh para akuntan publik yang telah secara khusus terlatih, untuk diberikan kepada situsWebyang memenuhi kriteria.

Electronic Data Interchange (EDI)

Pertukaran data elektronik (EDI) adalah pertukaran dokumen bisnis dari-

komputer-ke-komputer melalui jaringan komunikasi, EDI berbeda denganE-mail di mana pengiriman pesane-mail dibuat dan diinterpretasikan oleh manusia (orang ke orang), sedangkan pesan-pesan EDI dibuat dan diinterpretasikan oleh komputer. Standar EDI untuk publik, khususnya ANSI X.12, telah memberikan dampak besar terhadap pengembangan sistem tanggap cepat. Standar EDI untuk publik menyediakan rancangan umum untuk pertukaran data, dan dengan demikian mengurangi biaya dan kesalahan referensi silang kode oleh pihak-pihak dalam transaksi EDI.

Computer-Integrated Mmanufacturing (CIM)

Sistem Komputer Terpadu Manufaktur (CIM) adalah pendekatan terpadu untuk pemanfaatan teknologi informasi pada perusahaan manufaktur. Komponen- komponen sistem CIM biasanya mencakup stasiun-stasiun kerja perancangan berbantuan komputer (computer-aided design-CAD), sistem pengendalian dan monitoring produksi secarareal-time, serta sistem pemesanan dan pengendalian persediaan. Komponen-komponen CIM dihubungkan melalui jaringan komputer dan dilengkapi dengan sistem software yang dirancang untuk mendukung operasi yang terdistribusi. CIM mengurangi biaya informasi, dan melalui EDI, memungkinkan hubungan yang lebih dekat antara produsen, pemasok, dan pelanggan.

Otomasi data sumber mengenai kegiatan produksi adalah hal yang penting bagi CIM, karenanya, kode bar yang dapat dibaca oleh mesin dan teknologiscanningmerupakan komponen-komponen sistem yang penting. Jika Anda melihat bagian bawah badan sebuah mobil baru, anda akan melihat banyak simbol kode bar pada banyak bagian, simbol kode bar yang serupa dengan kode bar UPC yang lazim terdapat pada produk-produk konsumsi. Kode bar, yang lazim terdapat pada barang- barang pabrik maupun pada barang-barang konsumsi, memungkinkan komputer atau robot untuk mengidentifikasi material, memproses informasi, dan memulai prosedur apapun yang diperlukanElectronic Funds Transfer (EFT) .

Sistem transfer dana elektronik merupakan sistem pembayaran di mana pemrosesan dan komunikasi sepenuhnya atau sebagian besar dilakukan secara elektronik. Sistem EFT menyediakan fasilitas perpindahan dana secara elektronik antarorganisasi yang didasarkan pada instruksi pelanggan. Bank dapat berhubungan dengan aplikasi-aplikasi EDI organisasi.

Industri perbankan dan keuangan menggunakanFedWire, Clearing House Interbank Payment System (CHIPS), dan Clearing House Automated Payment System(CHAPS). FedWiremerupakan sistem pembayaran dan komunikasi elektronik. Berbagai bank yang memiliki rekening pada bank sentral Amerika menggunakanFedWireuntuk mentransfer dana antar mereka. CHIPS adalah sistemWiring otomatis yang digunakan untuk mengkliringkan pembayaran

Eurodollarantara lembaga-lembaga keuangan AS dengan non-AS. CHAPS

menyediakan fasilitas transfer dana Pound Sterlingyang selesai dalam satu hari

(same day settlement) yang digunakan oleh bank-bank kliring besar di Inggris dan

Bank of England.

Sistem EFT eceran mencakup transfer kawat telepon dan sistem pembayaran telepon, sistem pembayaran pra-otorisasi, aplikasi-aplikasi titik penjualan (POS), dan anjungan tunai mandiri (automatic teller machine-ATM). Transfer kawat telepon adalah bentuk tertua dari perpindahan dana, dan terutama merupakan sistem manual. Sistem pembayaran telepon, sering disebut sebagai aplikasi "pembayaran melalui telepon", serupa dengan transfer kawat di mana telepon merupakan media utama untuk komunikasi data. Dalam sistem pembayaran melalui telepon, pelanggan dapat menghubungi bank dan memerintahkan pembayaran langsung kepada pemasoknya dengan hanya menekan tombol-tombol pada telepon. Sistem pembayaranpra-otorisasi digunakan jika kreditor dan pelanggan memiliki rekening pada satu bank. Sistem pembayaranpra-otorisasi memungkinkan pembayaran otomatis atas hal-hal yang sifatnya berulang, tanpa keterlibatan kegiatan manual. Sistem POS memungkinkan persetujuan dan pendebetan elektronik atas rekening pelanggan oleh penjual. Sistem POS dapat memiliki hubungan telekomunikasi langsung dengan database kartu debit dan kredit, sehingga mengeliminasi biaya pengiriman dan penerimaan melalui transportasi fisik. ATM melaksanakan tugas-tugas transaksi bank secara cepat dengan mengurangi campur tangan manual. ATM terhubung dengan jaringan komputer yang memproses transaksi-transaksi keuangan, (dan dalam berbagai hal terdapat jaringan bersama, menyediakan kliring dengan bank lainnya). Penggunaan ATM oleh pelanggan umumnya untuk menyetorkan dan menarik uang tunai, mentransfer dana dari satu rekening ke rekening lain, dan melakukan pembayaran.


B.AKUTANSI DAN PENGEMBANGAN SISTEM

Pengembangan Sistem Informasi Akuntansi

1. Hakikat Pengembangan Sistem

Proyek pengembangan sistem pada umumnya mencakup tiga tahap utama: analisis sistem, perancangan sistem, dan implementasi sistem. Analisis sistem meliputi formulas! dan evaluasi solusi-solusi atas masalah-masalah sistem. Penekanan dalam analisis sistem adalah tujuan keseluruhan sistem. Hal yang mendasar dalam hal ini adalah imbal balik, untung rugi, dalam pencapaian tujuan sistem. Tujuan umum analisis sistem dapat diikhtisarkan sebagai berikut:

· Untuk meningkatkan kualitas informasi

· Untuk meningkatkan pengendalian intern

· Untuk meminimalkan biaya

Tujuan-tujuan ini saling berhubungan dan kadang-kadang bertentangan satu sama lain. Perihal untung rugi harus ditentukan dalam memilih antara tujuan kehematan dengan kemanfaatan, atau antara kesederhanaan dan sistem yang realistis tetapi kompleks. Kadang-kadang, metode evaluasi untung rugi bersifat subyektifkarena faktor-faktor yang terlibat sulit untuk dikuantifikasi. Perancangan sistem adalah proses menspesifikasikan rincian solusi yang dipilih oleh proses analisis sistem. Perancangan sistem mencakup evaluasi efektivitasdan efisiensirelatif atas pilihan-pilihan rancang bangun sistem dipandang dari kebutuhan keseluruharvnya. Implementasi sistem adalah proses penempatan rancangan prosedur-prosedur dan metode-metode baru, atau yang telah direvisi, ke dalam operasi. Implementasi sistem mencakup pengujian atas solusi sebelum implementasi, pendokumentasian solusi, dan peninjauan atas sistem pada saat awal pengoperasiannya. Hal itu bertujuan untuk memverifikasi bahwa fungsi-fungsi sistem sesuai dengan spesifikasi rancangan.

2.Pendekatan Kesisteman (system approach)

Pendekatan kesisteman (system approach), adalah prosedur umum untuk mengadministrasikan proyek sistem. Tujuannya adalah membantu pengembangan sistem yang efektif secara teratur. Pendekatan kesisteman dapat dipandang sebagai suatu proses yang mencakup enam langkah berikut ini:

1.Pernyataan tujuan-tujuan sistem

2. Pembuatanbeberapaalternatif
3. Analisis sistem
4. Perancangan sistem
5. Implementasi sistem
6. Evaluasi sistem

Pendekatan kesisteman, seperti sistem itu sendiri, terdiri dari sejumlah subsistem. Jadi, setiap langkah dalam proses dengan sendirinya tergantung pada pendekatan kesisteman. Sebagai contoh, langkah pertama mensyaratkan bahwa tujuan-tujuan sistem harus dinyatakan. Untuk memecahkan masalah ini dengan pendekatan kesisteman mencakup seluruh enam langkah tersebut. Tujuan sistem yang telah didefiniskan adalah tujuan yang harus dicapai. Untuk mencapai tujuan ini, dapat dibuat beberapa alternatif. Sebagai contoh, sistem tersebut dapat mencapai tujuan A, B, atau C, atau kombinasi dari ketiganya. Tujuan-tujuan alternatif ini selanjutnya dapat dianalisis dan yang kelihatannya paling tepat akan dirancang, diimplementasikan, dan dievaluasi.

Pelaksanaan setiap langkah lanjutan dalam pendekatan kesisteman juga dapat dipandang sebagai proses yang mencakup keenam langkah tersebut.Hal ini sesuai dengan langkah perancangan sistem. Perancangantop-downdengan perbaikan lanjutan adalah intisari dari pendekatan kesisteman untuk memecahkan masalah. Setiap langkah perbaikan lanjutan akan menambahkan tingkat kesempurnaan pada rencana sistem yang terinci, dan pendekatan top-down pada langkah perbaikan lanjutan akan membentuk proses ini secara berurutan.

3.Sketsa Proses Bisnis

Dengan membuat sketsa(blueprinting) proses bisnis, suatu perusahaan menggunakan koleksi sketsa standar yang generik atau standar industri dan bukan merancang sistemnya sendiri. Pendekatan yang sama sering dilakukan oleh kontraktor bangunan untuk wilayah pemukiman yang telah direncanakan. Pemborong ini bekerja bersama dengan pembeli rumah dalam memilih sketsa pada buku besar kumpulan sketsa. Sketsa yang terpilih akan dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan khusus pembeli.

Banyak perusahaan yang lebih menyukaiblueprinting karena dianggap lebih hemat daripada membangun sistem mereka sendiri dari tahap dasar. Dalam banyak hal, blueprinting dapat mencegah perusahaan dari upaya melakukan penelitian yang sebenarnya sudah pernah dikembangkan oleh orang lain, sehingga energi perusahaan dapat diarahkan menuju kunci keberhasilan pencapaian tujuan strategisnya. Salah satu perusahaan yang telah menjadi pionir dalam penerapan blueprinting adalah SAP. Perusahan ini telah mengembangkan basis pengetahuan yang besar bagi ribuan proses bisnis yang dapat diadaptasi oleh pelanggan sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Pendekatan ini telah menjadi semakin populer dewasa ini. Walaupun demikian, perlu digarisbawahi bahwablueprintingbukanlah penyembuh untuk semua masalah. Masalah bukan hanya dapat timbul tanpa blueprinting, tetapi juga dalam blueprinting. Blueprinting dapat menimbulkan biaya yang sama atau jauh lebih besar daripada pendekatan yang tradisional.

2.Pertimbangan Perilaku dalam Pengembangan Sistem

Manajemen, pemakai, dan staf sistem perlu dilibatkan dalam perancangan sistem informasi dan kegiatan lanjutannya. Umumnya, kelompok perancangan atau tim proyek yang meliputi para pemakai, analis, dan wakil-wakil manajemen, dibentuk untuk mengidentifikasi kebutuhan, mengembangkan spesifikasi-spesifikasi teknis, dan mengimplementasikan sistem baru.

Masalah-masalah teknis, organisasional, dan manajemen proyek akan muncul dalam mengimplementasikan sistem informasi. Sistem informasi yang baru menimbulkan hubungan tata kerja baru di antara personel yang ada, perubahan-perubahan tugas, dan barangkali per ubahan struktur organisasi formal. Faktor-faktor teknis, perilaku, situasi, dan personel yang berkaitan hdipertimbangkan seluruhnya. Kegagalan untuk melakukan hal itu akan mengakibatkan tidak bergunanya output sistem, walaupun secara teknis sistem cukup baik. Lebih jauh, diperlukan kerja sama dari pemakai secara terus-menerus untuk mengoperasikan sistem (menyediakan input, verifikasi output) setelah sistem itu diimplementasikan.

Kerja sama pemakai yang dibutuhkan untuk keberhasilan pengoperasian sistem harus diyakini pada saat perancangan sistem, bukan sesudahnya. Sebagian besar aplikasi akuntasi bersifat rutin. Untuk memastikan kesesuaian dengan jadual produksi, hubungan yang terus-menerus di antara pemakai dan personel sistem informasi adalah penting. Daftar input, laporan, dan lainnya biasanya merupakan tanggung-jawab kelompok sistem, tetapi untuk implementasi dan pemeliharaan atas daftar ini diperlukan kerja sama dengan para pemakai.

Filosofi dari perancangan berorientasi pemakai(user-oriented) merhbantu membentuk perilaku dan pendekatan kepada pengembangan sistem yang dengan seksama mempertimbangkan konteks organisasional. Para pemakai harus dilibatkan dalam perancangan aplikas. Perhatian yang seksama terhadap output, baik terhadap kuantitas maupun format, dalam tahap perancangan akan mencegah pemakai untuk mengerjakan ulang data atau meminta bentuk laporan baru pada saat sistem sudah berjalan. Output harus diarahkan kepada keputusan- keputusan; para pemakai harus memahami hakikat dan tujuan output agar dapat memanfaatkannya. Pelatihan karyawan harus tercakup dalam tahap perancangan, bukan dimulai setelah sistem dipasang. Akhirnya, sistem harus disiapkan untuk dapat menerima dan melakukan perubahan setelah mulai dioperasikan. Para pemakai biasanya meminta perubahan; antisipasi terhadap kemungkinan ini dan faktor-faktor lain yang telah diuraikan adalah sangat penting dalam filosofi berorientasi pemakai dalam perancangan sistem.


http://www.scribd.com/doc/33211434/Penggunaan-Teknologi-Informasi-Dalam-Sistem-Informasi-Akuntansi

Senin, 12 April 2010

BAB 4 KEWARGANEGARAAN

BAB IV

POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL

 

A. Pengertian Politik,Strategi, dan Polstranas

1. Pengertian Politik

Politik dalam bahasa indonesia artinya kebijaksanan adalah penggunaan pertimbangan – pertimbangan yang dia nggap dapat lebih menjamin terlaksananya suatu usaha,cita – cita atau tujuan yang dikehendaki.

 

a. negara

b. kekuasaan

c. pengambilan kekuasaan

d. kebijakan umum 

e. distribusi 

 

2. Pengertian Strategi

Strategi adalah pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan peperangan.

3. Politik dan Strategi Nasional

Politik nasional diartikan sebagai kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita – cita dan tujuan nasional.

 

 

B. Dasar Pemikiran Penyusunan Politik dan Strategi Nasional

Penyusunan politik dan strategi nasional perlu memahami pokok – pokok pikiran yang terkandung dalam sistem manajemen nasioanl yang berlandaskan ideologi pancasila,UUD 1945, dan wawasan nusantara.

 

 

C. Penyusunan Politik dan Strategi Nasional

Politik dan strategi yang sudah berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem kenegaraan menurut UUD 1945. 

 

 

D.Stratifikasi Politik Nasional

Stratifikasi politik nasional dalam negara republik indonesia adalah sbg berikut :

Tingkat penentu kebijakan puncak

Tingkat kebijakan umum

Tingkat penentuan kebijakan khusus

Tingkat penentuan kebijakan teknis

Dua macam kekuasaan dalam pembuatan aturan di daerah

 

 

E. Politik Pembangunan Nasional dan Manajemen Nasional

Poilitik dan strategi nasional dalam aturan ketatanegaraan selama ini dituangakn dalam bentuk GBHN yang ditetapkan oleh MPR.

 

1.Makna Pembangunan Nasional

2.Manajemen Nasional 

a. Unsur,Struktur,dan Proses

 b. Fungsi Sistem Manajemen Nasional

 

F. Otonomi Daerah

 

G. Kewenangan Daerah

Berlaku UU no.22 tahun 1999 tentang otonomi daerah dan UU no.5 tahun1979 tentang pemerintahan desa masih berlaku.

 

 

H. Implementasi Politik dan Strategi Nasional yang Mencakup Bidang – Bidang Pembangunan Nasional.

Visi dan misi GBHN 1999-2004

Implementasi Polstranas di Bidang Hukum

Implementasi Polstranas di Bidang Ekonomi

Implementasi Polstranas di Bidang Politik

 

a. Politik Dalam Negeri

b. Politik Luar Negeri

c. Penyelenggaraan Negara

d. Komunikasi, Informasi, dan Media Massa

e. Agama

f. Pendidikan

 

5. Implementasi di Bidang Sosial dan Budaya

a. Kesehataan dan kesejahteraan sosial

b. Kebudayaan, Kesenian, dan Pariwisata

c. Kedudukan dan Peranan Perempuan

d. Pemuda dan Olahraga

 

e. Pembangunan Daerah

 

f. Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup

 

6. Implementasi di Bidang Pertaanan dan Keamanan

 

a. Kaidah pelaksanaan

 

b. Keberhasilan Plotik dan strategi nasional.

BAB III KEWARGANEGARAAN

BAB III

KETAHANAN NASIONAL

A.Latar Belakang

Sejak proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 agustus 1945,bangsa dan negara indonesia tidak luput dari berbagai gejolak dan ancaman dari dalam negri maupun luar negeri. Republik indonesia adalah negara yang memiliki UUD 1945 sebagai konstitusinya. Kondisi kehidupan nasional merupakan pencerminan ketahan nasional yang di landasi oleh landasan idiil pancasila,landasan konstitusional UUD 1945 dan landasan visional wawasan nusantara.

 

 

B. Pokok – Pokok Pikiran

Dalam perjuangan mencapai tujuan yang telah disepakati bersama,suatu bangsa senantiasa akan menghadapi berbagai rintangan,ancaman,hambatan dan gangguan yang datang dari mana pun.

1. Manusia Berbudaya

Manusia yang berbudaya pasti akan mengadkan hubungan sebagai berikut :

1. dengan tuhan disebut agama

2. dengan cita – cita disebut ideologi

3. dengan kekuatan / kekuasaan disebut politik

4. dengan pemenuhan kebutuhan disebut ekonomi

5. dengan manusia disebut sosial

6. dengan rasa keindahan disebut seni/budaya 

7. dengan pemanfaatan alam disebut ilmu pengetahuan dan teknologi

8. dengan rasa aman disebut pertahanan dan keamanan


2. Tujuan Nasional,Falsafah Bangsa, dan Ideologi Negara

 

 

Tujuan nasional menjadi pokok pikiran dalam ketahanan nasional karena suatu organisasi, apa pun bentuknya,akan selalu berhadapan dengan masalah – masalah internal dan eksternal dalam proses mencapai tujuan yang telah ditetapkan sesuai dengan alinea 1,2,3 dan 4.

 

 

C. Pengertian Ketahanan Nasioanal Indonesia

Ketahanan nasional adalah kondisi kehidupan nasional yang harus diwujudkan. Ketahanan nasional(Tannas) Indonesia adalah kondisi dinamis bangsa indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi.

 

 

D. Pengertian Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia

Konsepsi ketahanan nasional (tannas) indonesia adalah konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraaan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang,serasi,dan selaras.

 

 

 

 

E. Hakikat Tannas dan Konsepsi Tannas Indonesia

Hakikat ketahanan nasional adalah keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampua mengembangkan kekuatan nasioanl.

 

 

F. Asas – Asas Tannas Indonesia

Asas ketahanan nasional indonesia adalah tata laku berdasarkan nilai – nilai pancasila, UUD 1945,dan wawasan nusantara yang terdiri dari:

Asas Kesejahteran dan Keamanan

Asas Komprehensif Integral atau Menyeleruh Terpadu

Asas Mawas ke Dalam dan Mawas ke Luar

Asas Kekeluargaan

 

 

G. Sifat Ketahanan Nasional Indonesia

Ketahanan nasional memiliki sifat yang terbentuk dari nilai – nilai yang terkandung dalam landasan dan asas-asasnya,yaitu :

 

Mandiri

Dinamis

Wibawa

Konsultasi dan Kerjasama

 

 

H. Pengaruh Aspek Ketahanan Nasional terhadap Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

 

 

1. Pengaruh Aspek Ideologi

 

 

Ideologi adalah suatu sistem nilai sekaligus kebulatan ajaran yang memberikan motivasi.

 

 

a. Ideologi Dunia

 

1. liberalisme

 

2. komunisme

 

3. paham agama

 

b. Ideologi Pancasila

 

c. Ketahanan pada Aspek Ideologi

 

1. Konsepsi tentang ketahanan ideologi

 

2. Pembinanan ketahanan ideologi

 

 

2. Pengaruh Aspek Politik

 

 

a. Politik secara umum

 

 

hubungan ini tercermin pada pemerintahan negara yang berfungsi sebagai penentu kebijaksananan dan ingin mewujuskan aspirasi serta tuntutan masyarakat.

 

 

 

 

b. Politik di indonesa

 

 

Politik di indonesia meliputi 2 bagian :

 

1. Politik Dalam Negeri

 

2. Politik Luar Negeri

 

 

c. Ketahanan pada Aspek Politik

 

 

3. Pengaruh Aspek Ekonomi

 

 

a. Perekonomian Secara Umum

 

perekonomian adalah salah satu aspek kehidupan nasioanl yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat,yang meliputi produksi,distribusi,serta konsumsi barang dan jasa dan dengan usaha – usaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

 

 

b. Perekonomian Indonesia

 

Sistem perekonomian indonesia mengacu pada pasal 33 UUD 1945 yang menyebutkan bahwa sistem perekonomian indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasarkan kekeluaragaan.

 

 

c. Ketahanan pada Aspek Ekonomi

 

 

4. Pengaruh Aspek Sosial Budaya

 

 

a. Struktur Sosial di Indonesia

 

 

b. Kondisi Budaya di Indonesia

 

1. kebudayaan daerah

 

2. kebudayaan nasional

 

3. integrasi nasional

 

4. kebudayaan dan alam lingkungan

 

 

c. Ketahanan pada Aspek Sosial Budaya

 

 

5. Pengaruh Aspek Pertahanan dan Keamanan

 

pokok – pokok pengetahuan pertahanan dan keamanan

postur kekuatan pertahanan dan keamanan

ketahanan pada aspek pertahanan dan keamanan

keberhasilan ketahanan nasional indonesia

Selasa, 06 April 2010

BAB 2-KEWARGANEGARAAN

BAB II

WAWASAN NUSANTARA

A.Wawasan Nasional Suatu Bangsa

Wawasan ini dimaksudkan untuk menjamin kelangsungan hidup, keutuhan wilayanh hingga jati diri bangsa. Kata wawasan berasal dari kata wawas yang artinya memandang dengan menambah akhiran an berarti cara pandang.

Dalam mewujudkan aspirasi dan perjuangan , satu bangsa perlu memperhatikan 3 faktor :

1). Bumi atau ruang dimana bangsa itu hidup.

2). Jiwa , tekat dan semangat manusianya atau rakyatnya.

3). Lingkungan sekitarnya.

Wawasan nasional adalah cara pandang suatu bangsa yang telah menegara tentang diri dan lingkungannya dalam existensinya yang serba terhubung dan dalam pembangunannya dilingkungan nasional , regional , serta global.

B.Teori – Teori Kekuasaan.

Wawasan nasional suatu bangsa dibentuk dan dijiwai oleh paham kekuasaan dan geopolitik yang dianutnya. Beberapa teori paham kekuasaan dan geometri sebagai berikut :

1). Paham – Paham Kekuasaan

Teori – teori yang dapat mendukung rumusan tersebut antara lain :

a). Paham Machiavelli (Abad XVII)

b). Paham Kaisar Napoleon Bonaparte (abad XVIII)

c). Paham Jenderal Clausewitz (abad XVIII)

d). Paham Feuerbah dan Hegel

e). Paham Lenin (abad XIX)

f). Paham Lucian W.Pye dan Sidney

2). Teori – Teori Geopolitik

Geopolik berasal dari kata “geo” atau bumi dan politik yang berarti kekuatan yang didasarkan pada pertimbangan – pertimbangan dasar dalam menentukan alternatif kebijaksanaan nasional untuk mewujudkan tujuan nasional.

Beberapa pendapat dari pakar – pakar Geopolitik antara lain sebagai berikut :

a). Pandangan Ajaran Frederich Ratzel

b). Pandangan Ajaran Rudolf Kjellen

c). Pandangan Ajaran Karl Haushofer

d). Pandangan Ajaran Sir Halford Mackinder

e). Pandangan Ajaran Sir Walter Raleigh dan Alfred Mahan

f). Pandangan Ajaran W.Mitchel, A Saversky, Giulio Dauhet,dan John Frederik Charles Fuller

g). Ajaran Nicholas J.Spykman

C. Ajaran Wawasan Nasional Indonesia

Wawasan nasional indonesia merupakan wawasan yang dikembangkan berdasarkan teori wawasan nasional secara universal. Wawasan tersebut dibentuk dan di jiwai oleh paham kekuasaan bangsa indonesia dan geopolitik indonesia.

1.Paham Kekuasaan Bangsa Indonesia

2.Geopolitik Indonesia

3.Dasar Pemikiran Wawasan Nasional Indonesia

D. Latar Belakang Filosofis Wawasan Nusantara

1. Pemikiran Berdasarkan Falsafah Pancasila

Nilai – nilai pancasila juga tercakup dalam penggalian dan pengembangan wawasan nasional sebagai berikut :

a). Sila Ketuhanan Yang Maha Esa

b). Sila Kemanusian Yang Adil dan Beradab

c). Sila Persatuaan Indonesia

d). Sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikamat Kebijaksanaan dalam pemusyawaratan atau perwakilan.

e). Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

2. Pemikiran Berdasarkan Aspek Kewilayahan Nusantara.

Geografi adalah wilayah yang tersedia dan terbentuk secara alamiah oleh alam nyata.

3. Pemikiran Berdasarkan Aspek Sosil Budaya

Budaya dan kebudayaan dalam arti etimologis adalah segala sesuatu yang dihasilkanole kekuatan budi manusia.

4.Pemikiran Berdasarkan Aspek Kesejarahan

Perjuangan suatu bangsa dalam meaih cita – citanya pada umumnya tumbuh dan berkembang dari latar belakang sejarahnya.

E). Implementasi Wawasan Nusantara dalam Kehidupan Nasional

  1. Pengantar Implementasi Wawasan Nusantara
  2. Pengertian Wawasan Nusantara

F). Ajaran Dasar Wawasan Nusantara

  1. Wawasan Nusantara sbagai Wawasan Nasional Indonesia
  2. Landasan Idiil : Pancasila
  3. Landasan Konstitusional : UUD 1945

G). Unsur Dasar Konsepsi Wawasan Nusantara

Konsepsi Wawasan Nusantara Teridiri dari tiga unsur dasar terdiri dari : 1. Wadah (Countur)

2.Isi (Content)

3. Tata Laku (Conduct)

H). Hakikat Wawasan Nusantara

Hakikat wawasan Nusantara adalah keutuhan nusantara,dalam pengertian : cara pandang yang selalu utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara demi kepentingan nasioanal.

I). Asas Wawasan Nusantara

Asas wawasan nusantara merupakan ketentuan dari kaidah – kaidah dasar yang harus dipatuhi.

J). Arah Pandang

Latar belakang budaya,kodisi,konstelasigeografi,dan perkembangan lingkungan strategis,arah pandang wawasaan nusantara meliputi arah pandang kedalam dan keluar.

K). Kedudukan , Fungsi dan Tujuan

L).Sasaran Implementasi Wawasan Nusantara dalam Kehidupan Nasional

M). Pemasyarakataan / sosialisasi Wawasan Nusantara

N). Tantangan Implementasi Wawasan Nusantara

1.pemberdayaan masyarakat

2. dunia tanpa batas

3. era baru kapitalisme

4.kesadaran warga negara

O). Prospek Implementasi Wawasan Nusantara

P). Keberhasilan Implementasi Wawasan Nusantara.

BAB 1-KEWARGANEGARAAN

BAB I

PENGANTAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

A.Latar Belakang Pendidikan Kewarganegaraan dan Kompetensi yang Diharapkan.

1.Latar Belakang Pendidikan Kewarganegaraan

Sejarang bangsa Indonesia yang dimulai sejak jaman penjajahan,lalu era rebutan dan mempertahankan kemerdekaan sampai dengan era pengisian kemerdekaan banyak menimbulkan kondisi dan tuntutan yang berbeda sesuai dengan jamannya. Kondisi dan tuntutan yang berneda tersebut ditanggapi oleh bangsa Indonesia berdasarkan dengan kesamaan nilai – nilai perjuangan bangsa yang dilandasi oleh jiwa,tekad,dan semangat kebangsaan maka terwujud Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Semangat perjuangan bangsa telah terbukti pada perang kemerdekaan pada tanggal 17 agustus 1945 yang dilandasi oleh keimanan serta ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan keikhlasan untuk berkorban. Landasaan perjuangan tersebut merupakan nilai – nilai perjuangan bangsa Indonesia.

Semangat perjuangan bangsa Indonesia merupakan kekuatan mental spiritual yang dapat melahirkan sikap dan prilaku heroik dan patriotik serta menumbuhkan kekuatan,kesanggupan dan kemauan yang luar biasa. Semangat perjuangan bangsa inilah yang harus dimiliki oleh setiap warga negara Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nilai – nilai perjuangan bangsa Indonesia dalam perjuangan fisik merebut ,mempertahankan dan mengisi kemerdekaan telah mengalami pasang surut dinamika kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Hal ini disebabkan oleh pengaruh globalisasi.

Globalisasi ditandai oleh kuatnya pengaruh lembaga – lembaga kemasyarakatan international. Isu global yang meliputi demokrasi,hak asasi manusia,dan lingkungan hidup turut pula mempengaruhi keadaan nasional. Globalisasi yang juga ditandai pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi , khususnya dibidang informasi,komunikasi dan transportasi. Kondisi ini menciptakan struktur baru yaitu struktur global. Kondisi ini akan mempengaruhi struktur dalam kehidupan bermasyarakat , berbangsa dan bernegara di Indonesia,serta akan mempengaruhi pola pikir ,sikap dan tinadakan masyarakat Indonesia. Kondisi mental spiritual bangsa indonesia. Dalam hal ini mengahadapi globalisasi dan menatap masa depan untuk mengisi kemerdekaan kita memerlukan perjuanagn Non Fisik sesuai dengan bidang profesi masing – masing yang memerlukan sarana kegiatan pendidikan kewarganegaraan.

2. Kompetensi yang Diharapkan dari Pendidikan Kewarganegaraan.

  1. Hakikat pendidikan
  2. Kemampuaan Warga Negara
  3. Menumbuhkan Wawasan Warga Negara
  4. Dasar Pemikiran pendidikan Kewarganegaraan.
  5. Kompetensi yang Diharapkan.

B.Pemahaman tentang Bangsa, Negara, Hak dan Kewajiban Warga Negara, Hubungan Warga Negara dengan Negara atas dasar Demokrasi, Hak Asasi Manusia (HAM), danBela Negara.

1.Pengertian dan Pemahaman tentang Bangsa dan Negara.

Pengertian dapat di uraikan sebagai berikut :

a. Pengertian Bangsa

Bangsa indonesia adalah sekelompok amnusi yang mempunyai kepentingan yang sama dan menyatakan dirinya sebagai suatu bangsa serta berproses didalam suatu wilayah: Nusantara / Indonesia.

b. Pengertian dan Pemahaman Negara

1.Pengertian Negara

Negara adalah suatu perserikatan yang melaksanakan satu pemerintahan melalui hukum yang mengikat masyarakt dengan kekuasaan untuk memaksa untuk ketertiban sosial.

2.Teori Terbentuknya Negara

a. Teori Hukum Alam

b. Teori Ketuhanan

c. Teoti Perjanjian

3. Proses Terbentuknya Negara di Zaman Modern

4. Unsur Negara

a. Bersifat Konstitutif

b.Bersifat Deklaratif

5. Bentuk Negara

2. Negara dan Warga Negara dalam Sistem Kenegaraan di Indonesia.

NKRI adalah negara yang berdaulat yang mendapatkan pengakuan dari dunia international dan menjadi anggota PBB. NKRI berdasarkan Uud 45 yang mengatur tentang kewajiban negara terhadap warganya dan hak serta kewajiban warga negara terhadap negaranya dalam suatu sistem kenegaraan. Negara juga wajib lindungi manusia secara individual (HAM).

3. Proses Bangsa yang Menegara

Proses tersebut adalah sebagai berikut :

a. Perjuangan pergerakan kemerdekaan indonesia

b. Proklamasi atau pintu gerbang kemerdekaan

c. Keadaan bernegara yang nilai dasarnya adalah merdeka .bersatu,berdaulat.adil,dan makmur.

4. Pemahaman Hak dan Kewajiban Warga Negara

  1. Pasal 26 ayat 1 dan 2
  2. Pasal 27 ayat 1 dan 2
  3. Pasal 28 dan pasal 30 ayat 1 dan 2

5.Hubungan Warga Negara dan Negara

  1. Siapakah Warga Negara?
  2. Kesamaan Kedudukan dalam Hukum dan Pemerintahan
  3. Hak Atas Pekerjaan dan Penghidupan yang Layak Bagi Kemanusiaan.
  4. Kemerdekaan Berserikat dan Berkumpul
  5. Kemerdekaan Memeluk Agama
  6. Hak dan Kewajiban Pembelaan Negara
  7. Hak Mendapat Pengajaran
  8. Kebudayaan Nasional Indonesia
  9. Kesejahteraan Sosial

6. Pemahaman Tentang Demokrasi

a. Konsep Demokrasi

Demokrasi adalah sebuah bentuk kekuasaan (kratein) dari/oleh/untuk rakyat (demos). Demos bukanlah rakyat keseluruhan tetapi hanya populasi tertentu yaitu mereka yang berdasarkan tradisi atau kesepakatan formal mengontrol akses ke sumber – sumber kekuasaan dan bisamengklime kepeilikan atas hak – hak prerogratif dalam proses pengambilan keputusan.

b. Bentuk Demokrasi dalam Pengertian Sistem Pemerintahan Negara

1. Bentuk Demokrasi

Ada berbagai bentuk demokrasi dalam sistem pemerintahan negara, antara lain:

a). Pemerintahan Monarki

b). Pemerintahan Republik

2. Kekuasaan dalam Pemerintahan

Kekuasaan pemerintahan dalam negara dipisahkan menjadi 3 cabang yaitu :

1). Kekuasaan legislatif

2). Kekuasaan eksekutif

3). Kekuasaan federatif

3.Pemahamana Demokrasi di Indonesia

a). Dalam sistem kepartaian dikenal adanya tiga sistem kepartaian yaitu:

1. sistem multi partai

2. sistem dua partai

3. sistem satu partai

b). Sistem pengisian jabatan pemegang kekuasaan negara.

c). Hubungan antar pemegang kekuasaan negara terutama eksekutif dan legislatif.

4. Prinsip Dasar Pemerintahan Republik Indonesia.

5. Beberapa Rumusan Pancasila

6. Struktur Pemerintahan Republik Indonesia

a). Badan Pelaksana Pemerintahan (Eksekutif)

1). Pembagian Berdasarkan Tugas dna Fungsi

2). Pembagian Berdasarkan Kewilayahan Dan Tingkat Pemerintahan

b). Hal Pemerintahan Pusat

1).Organisasi Kbinet di bawah Mentri Koordianator(Menko)

2).Badan Pelaksana Pemerintahan Yang Bukan Departemen dan BUMN.

3).Pola admistrasi dan menejemen Pemerintahan RI menggunakan pola musyawarah dan mufakat.

7. Pemahaman tentang Hak Asasi Manusia

8. Kerangka Dasar Kehidupan Nasional Meliputi Keterkaitan antara Filsafah Pancasila , UUD 1945, Wawasan Nusantara, dan Ketahanan Nasional.

a). Konsepsi Hubungan antara Pancasila dan Bangsa

b). Pancasila sebagai Landasan Idiil Negara

9. Landasan Hubungan UUD 1945 dan Negara Kesatuaan Republik Indonesia

a). Pancasila sebagai Ideologi Negara

b). UUD 1945 sebagai Landasan Konstitusi

c). Implementasi Konsepsi UUD 1945 sebagai Landasan Konstitusi

d). Konsepsi Pertama tentang Pancasila sebagai Cita – Cita dan Ideologi Negara

e). Konsepsi UUD 1945 dalam Mewadahi Perbedaan Pendapat dalam Kemasyarakatan Indonesia

f).Konsepsi UUD 1945 dalam Infrastuktur Politik

10. Perkembangan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara

a). Situasi NKRI terbagi dalam periode – periode

b). Pola Periode Lama Bentuk Ancaman yang Dihadapi adalah Ancaman Fisik

c). Periode Orde Baru dan Periode Reformasi